Siapa Akan Gagalkan Pelantikan Presiden?
- Lilis/VIVA
VIVA – Belasan hari ke depan, Republik ini akan melantik Joko Widodo kembali menjadi Presiden RI untuk periode masa jabatan kedua. Jokowi dan Ma'ruf Amin akan menjalankan masa jabatan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024. Pekan ini menjadi pekan persiapan jelang hajatan besar tersebut.
Segala upaya yang terindikasi mengacaukan keamanan menjelang pelantikan Presiden, diredam oleh polisi. Demo mahasiswa berjilid-jilid yang nyaris terjadi sepanjang hari, sejak disahkannya revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) terus dijaga.
Meski tuntutan mahasiswa jelas, yaitu mempermasalahkan UU yang mengganggu hak publik dan tidak ada agenda menurunkan Jokowi, namun polisi sempat melontarkan kecurigaan demo mahasiswa akan ditunggangi.Â
Pengamat politik Ujang Komaruddin pernah melontarkan keyakinannya bahwa demo mahasiswa ditunggangi. Menurutnya, ada penunggang gelap di balik aksi rusuh demonstrasi mahasiswa.
Menurut dia, mahasiswa dan pelajar tidak mungkin melakukan aksi anarkistis dan pembakaran seperti yang terlihat pada beberapa aksi terakhir.Â
"Kalau ada aksi yang menghadirkan, melahirkan, menimbulkan dampak kerusakan, chaos, itu dugaan saya ada yang menyusupi. Saya rasa, mahasiswa di mana-mana gerakannya damai, gerakan tanpa anarkisme, gerakan intelektual, dan gerakan moral," kata Ujang kepada wartawan beberapa waktu lalu.Â
Selain mencurigai penyusup di gerakan mahasiswa, polisi juga melakukan perburuan. Isu adanya rencana aksi terorisme jelang pelantikan Presiden juga kembali mencuat. Polisi melakukan penangkapan pada mereka yang diduga berniat menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin.
Rencana pelantikan Presiden dan Wapres RI juga terus diubah-ubah jam pelaksanaannya. Pelantikan semula dijadwalkan pagi hari. Lalu, kemudian diubah ke sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB. Tapi kemudian, jam pelantikan diubah lagi menjadi pukul 14.00 WIB.
Polisi dan anggota dewan beralasan, pelantikan tak bisa dilakukan pada pagi hari untuk menghormati kesempatan beribadah dan adanya jadwal bebas kendaraan bermotor yang biasanya berlangsung setiap hari Minggu hingga pukul 11.00 WIB.
Siapkan Bom, Dosen IPB Ditangkap
Sekitar delapan hari lalu, di tengah demonstrasi yang masih marak terjadi, polisi menangkap seorang dosen di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurut polisi, dosen bernama Abdul Basith itu terindikasi menyiapkan rencana untuk gagalkan pelantikan Jokowi. Ia diduga merancang bom ikan untuk diledakkan di sembilan titik di ibu kota.Â