Wiranto Ditusuk dan Longgarnya Pengamanan Pejabat Negara

Menkopolhukam Wiranto, sesaat sebelum aksi penusukan terjadi.
Sumber :
  • istimewa

Menurut JK, sebenarnya sudah ada standar operasional prosedur bagi seorang menteri untuk mendapat pengawalan dari polisi, ada SOP-nya. Wapres mengindikasikan tidak tertutup kemungkinan standar pengamanan untuk menteri-menteri akan lebih ditingkatkan lagi usai kejadian ini. "Tentu semuanya pejabat-pejabat kita ya," kata JK.

img_title Jenazah Wapres ke-6 Try Sutrisno Disalatkan di Masjid Agung Sunda Kelapa

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, meski ada SOP untuk pengamanan pejabat tapi Menkopolhukam adalah sosok yang sering menolak dikawal. "Bidang Polhukam selama ini yang mengkoordinir Menko juga bagian figur yang memang bersahaja dan tidak mau kawal," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski ada kritikan halus, namun Mabes Polri mengklaim pihaknya tidak kecolongan.  Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Polisi Dedi Prasetyo mengatakan pengamanan bagi pejabat publik sudah sesuai prosedur. Pejabat publik yang akan berinteraksi dengan masyarakat sekitar adalah hal yang wajar. 

img_title Wiranto Kenang Mendiang Try Sutrisno: Beliau Negarawan yang Paripurna

"Interaksi pejabat publik dengan masyarakat itu seperti itu, bersalaman, disapa, itu hal yang biasa. Barikade untuk pengamanan kan tetap melekat, ada pamkatnya dekat sama beliau, panwal juga ada semua. Jadi, prosedur pengawalan dan pengamanan pejabat publik sudah ada pengamanan melekat yang istilahnya protektor pejabat tersebut," kata Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Kantor Divisi Humas Polri, Kamis, 10 Oktober 2019.

Saat ditanyakan bagaimana pelaku tahu ada acara yang dihadiri Wiranto di sana, polisi menyebut bahwa acara peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar, Pandeglang, sudah diketahui warga sekitar. "Acara tersebut sudah diketahui secara luas oleh masyarakat tentang beliau akan mendatangi acara di Kampus Unma atau Universitas Mathla'ul Anwar," katanya menambahkan.,

img_title Innalillahi, Istri Wiranto Meninggal Dunia, Dimakamkan Besok Pagi di Solo

Kasus penusukan Wiranto menimbulkan pertanyaan, bagaimana dengan pengamanan Presiden Jokowi.  Semenjak menjadi Presiden, Jokowi hampir tidak menjaga jarak dengan masyarakat. Mereka bisa dengan mudah menghampiri dan menyalaminya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, apakah dengan kejadian penusukan terhadap Wiranto, pengamanan terhadap Jokowi oleh Pasukan Pengamanan Presiden akan ada peningkatan? Paspampres Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan tak perlu ada peningkatan pengamanan untuk Jokowi. 

"Tak perlu. Kita kan standar sudah high risk. Kalau kita enggak tahu kondisinya gimana harusnya bisa diantisipasi," kata Komandan Paspampres Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, saat dihubungi, Kamis, 10 Oktober 2019.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut