Laga-laga Neraka di Benua Biru

Pertandingan Premier League antara Manchester City melawan Liverpool
Sumber :
  • The Times

Atmosfer sebenarnya sudah panas. Yakni, ketika Guardiola menyebut striker andalan Liverpool, Sadio Mane, gemar diving. Terutama, ketika Mane jatuh di kotak penalti dalam laga melawan Aston Villa, pekan lalu.

img_title Gol Haaland Kontroversial, VAR Akhirnya Akui Kesalahan Usai Man City Tekuk Man United

Pemain Liverpool merayakan gol Sadio Mane

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klopp tersinggung dengan ucapan Guardiola. Dia membela Mane, karena memang di atas lapangan anak asuhnya selalu mendapat hantaman keras dari lawan-lawannya.

img_title Aquilani secara Khusus Puji Jay Idzes Usai Sassuolo Pecundangi Juventus

"Ini sudah keterlaluan. Saya katakan Sadio bukan tukang diving. Ada kontak kepadanya saat melawan Villa. Saya yakin 100 persen, jika hal seperti itu dialami ManCity, mereka juga akan meminta penalti. Sebab, bila ada yang menendang pemain mereka di dalam kotak, maka itu sudah pasti penalti," tegas Klopp.

Pun, rekan Mane, Georginio Wijnaldum, marah dengan pernyataan Guardiola. Wijnaldum meminta agar Guardiola berpikir ulang apa artinya VAR dalam pertandingan Premier League.

img_title Jay Idzes Cedera Saat Bawa Sassuolo Kalahkan Juventus, Timnas Indonesia Cemas Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

"Karena kenyataannya, ada VAR di setiap laga. Masih bisa bilang Sadio diving?" sindir Wijnaldum.

Pernyataan Guardiola sebenarnya juga bisa memicu amarah suporter Liverpool. Serangan suporter Liverpool ke bus ManCity jelang laga, bukan tak mungkin terulang.

Ya, 19 bulan lalu, sempat terjadi serangan dari suporter Liverpool ke bus ManCity saat kedua tim jumpa di ajang Liga Champions. Alhasil, Liverpool didenda oleh UEFA.

Duel Raksasa yang Turun Gengsi

Pertandingan Serie A antara Juventus kontra AC Milan

Juventus versus AC Milan sejatinya selalu menghadirkan cerita. Setidaknya, fenomena itu masih bisa kita lihat hingga musim 2012/13.

Setelahnya, duel Juve versus Milan mulai turun gengsinya. Sebab, prestasi Milan mendadak merosot.

Status mereka langsung berubah, jadi tim medioker karena sering muncul di papan tengah dalam klasemen akhir Serie A.

Musim ini, tanda-tanda Milan jadi tim medioker sudah terlihat. Statistik menunjukkan, Milan musim ini begitu buruk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Poin yang diraih Milan hingga giornata 11, delapan angka lebih sedikit ketimbang musim lalu. Mereka juga sudah kalah enam kali di Serie A musim ini. Menjadi krisis terhebat Milan setelah musim 1942/43, di mana saat itu mereka sudah kalah tujuh kali dalam 11 laga pembuka.

Milan juga punya rekor buruk melawan Juve sejak 2013. Mereka cuma bisa menang dua kali dalam 19 pertemuan. Sisanya, Juve yang menang dan tak ada hasil imbang di rentang waktu tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut