Selamat Datang KPK Baru
- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Dalam aksi teatrikal itu aktivis ICW membentangkan dua spanduk besar berwarna hitam. Spanduk itu bertuliskan #ReformasiDikorupsi dan 'Tolak Pimpinan Bermasalah'.
Selain itu, ada yang memegang kertas bergambar simbol 'like' dengan jari jempol terputus. Bahkan ada 2 orang berpakaian serbahitam bergaya layaknya dukun. Mereka terlihat memegang sesajen.
Menurut Kurnia aksi dukun tersebut sengaja dibuat untuk mengusir 'roh jahat di KPK'. Roh jahat tersebut adalah komisioner lembaga antirasuah baru yang dianggap bermasalah.
"Karena kita menganggap, mengibaratkan orang-orang yang diduga mempunyai persoalan sebagai roh jahat sehingga harus diusir dari KPK," kata Kurnia.
Kurnia menegaskan ICW masih bersikap menolak lima komisioner baru KPK. Terlebih keberadaan Firli yang diduga melanggar kode etik saat menjabat sebagai Deputi Penindakan. Dia pesimis KPK ke depan bisa lebih baik.
"Kita pesimistis mereka mempunyai visi pemberantasan korupsi yang benar-benar membawa KPK ke arah lebih baik," ujar Kurnia.
![]()
Selain itu, ICW juga menolak keberadaan Dewan Pengawas KPK. Karena konsep dewan pengawas yang baru muncul dalam UU KPK hasil revisi dianggap melemahkan komisi antirasuah.
Dia pun menyinggung kinerja KPK ke depan harus izin dewan pengawas untuk melakukan penyadapan hingga penuntutan.
"Jadi siapapun yang ditunjuk Presiden Jokowi tidak mengurangi sedikitpun penilaian kita bahwa presiden tidak memahami konsep menguatkan KPK dan niat melemahkan KPK benar-benar dilakukan presiden, juga DPR," ujar Kurnia.
Oleh karena itu, Kurnia memprediksi kinerja KPK ke depannya akan lebih suram. Hal ini karena adanya pimpinan KPK bermasalah dan Dewan Pengawas KPK.
"Empat tahun ke depan masa paling suram dalam pemberantasan korupsi," katanya.
Atas keraguan itu, Firli Bahuri pun menegaskan dia akan menjalankan tugas sebagai Ketua KPK dengan sebaik-baiknya. Langkah awal yang dilakukan Firli adalah mengikuti kegiatan induksi di KPK, kemudian berkomunikasi dan menggelar pertemuan dengan pimpinan KPK yang lama.
"Pimpinan KPK boleh berganti tapi tugas pemberantasan belum usai dan ini harus kita lanjutkan: bersama rakyat melakukan Pemberantasan korupsi guna mewujudkan Indonesia damai, adil makmur dan sejahtera," ujarnya.