Tahun Baru, Banjir dan Air Mengalir Sampai Jauh
- ANTARA FOTO/Saptono
VIVA – Hari pertama tahun 2020 tak dibuka dengan senyum bahagia. Tak ada sisa tawa gempita dari pesta malam pergantian tahun ketika menjelang subuh bencana datang diam-diam.
Banjir besar melanda berbagai wilayah di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, hingga Banten. Air menggenang sejak Rabu pagi, 1 Januari 2020. Hujan deras yang turun sejak sore hari dan nyaris tak berhenti hingga pagi hari membuat sungai meluap. Debitnya yang tinggi membawa serta ribuan kubik ke permukiman. Di Lebak Banten dan Jasinga Bogor, debit yang sangat tinggi berubah menjadi banjir bandang.Â
Tujuh jembatan di Lebak putus, belum jelas berapa bangunan yang rusak. Beruntung, tak ada korban jiwa. Sementara di Jasinga, Bogor, banjir menghanyutkan sejumlah mobil dan merendam puluhan rumah hingga hanya atap yang tersisa. Di Depok, hujan deras mengakibatkan tanah longsor yang menewaskan tiga orang.Â
![]()
Banjir di Mal Cipinang Indah, Bekasi
Sementara di Jakarta, hujan yang tak mereda sejak Selasa sore dan berujung banjir di Rabu pagi menewaskan tiga manula. Ketiganya meninggal dunia karena hipotermia. Banjir di Jakarta juga menewaskan seorang remaja di Kemayoran, yang tewas tersengat listrik.Â
Di Citayam, satu orang tewas terseret arus ketika sungai yang meluap deras menjebol pembatas dengan permukiman warga. Dan di Bogor, satu orang meninggal dunia karena tertimbun bangunan yang longsor.Â
Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo, mengatakan berdasarkan data yang mereka himpun, sembilan orang meninggal dunia dalam musibah banjir dan longsor yang terjadi persis di awal tahun 2020 ini. Agus menambahkan, BNPB belum menghitung kerugian materiil akibat bencana ini dari seluruh wilayah yang terdampak.Â
Fasilitas Publik Terganggu hingga Korban Jiwa
Banjir di Jakarta meluas. Banyak wilayah yang tak pernah tersentuh banjir, kali ini ikut merasakan dinginnya air kali yang meluap. Di Cipinang Melayu, ketinggian air mencapai leher orang dewasa. Sedangkan di wilayah lain ketinggian air berkisar antara 10 hingga 60 cm.Â
Jalan Thamrin, yang menjadi jalan utama ibu kota juga terendam. Air setinggi betis orang dewasa menggenang di depan pertokoan Sarinah. Jalur Cawang putus total, yaitu antara Jalan MT Haryono hingga Universitas Kristen Indonesia. Air mencapai pinggang orang dewasa hingga tak bisa dilalui kendaraan.Â