Geger Banyak Kerajaan Baru, Antara Penipu dan Pengalihan Isu
- Twitter @aritsantoso
VIVA – Selama sepekan terakhir publik Tanah Air dihebohkan dengan munculnya sejumlah ‘kerajaan’. Kemunculan ini terpublikasi hanya dengan jarak beberapa hari. Namun kerajaan tersebut sudah muncul lengkap dengan raja, ratu, bahkan pengawal kerajaan dan ratusan pengikut.
Awalnya publik dikagetkan dengan keberadaan Keraton Agung Sejagat. Kerajaan yang dipimpin oleh Toto Santoso ini berdiri di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Tak hanya memiliki istana, kerajaan ini juga memiliki aparatur dan prajurit. Toto mengklaim kerajaan yang ia pimpin merupakan pewaris kerajaan Majapahit dan berkuasa atas sejumlah wilayah di dunia.Â
Belakangan terungkap bahwa Kerajaan Agung Sejagat tak hanya ada di Purworejo, namun juga ada di Klaten, Soloraya, dan Wonogiri. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Polisi Iskandar F Sutisna, cabang Keraton Agung Sejagat di Klaten itu dipimpin seseorang berpangkat Maha Menteri KAS bernama Wiwik Untari, warga Desa Brajan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Pengikut di Klaten mencapai 28 orang, sedangkan di Wonogiri dan Soloraya pengikut KAS dikabarkan mencapai belasan.
Belum selesai polemik KAS, muncul lagi kerajaan baru. Kerajaan ini menamakan dirinya Sunda Empire. Keberadaannya diketahui publik setelah sebuah akun bernama Ali Mukti mengunggah video berisi aktivitas kelompok yang berasal dari Bandung, Jawa Barat.Â
Dalam sambutannya, tokoh Sunda Empire mengatakan negara kerajaan didirikan pertama kali adalah Vatikan 15 Agustus 1945. Kemudian, Vatikan membentuk negara-negara lain seperti Inggris, Amerika dan seluruhnya. "Tahun 2020 akan berakhir," katanya seperti dikutip dari Youtube pada Jumat, 17 Januari 2020.
Sebelum masa itu berakhir, kata dia, maka harus disiapkan, karena setiap orang akan hadir untuk memperpanjang negerinya. "Atau kalau tidak, mereka akan berutang sampai dunia akhirat," ujarnya. Ia mengundang semua orang di seluruh dunia untuk datang ke Bandung dan memperpanjang masa kerajaan.
Belum usai dengan dua kerajaan itu, belakangan juga muncul Kerajaan Djipang Panolan. Keraton yang dipimpin raja bernama Gusti Pangeran Raja Adipati Arya Jipang II Barik Barliyan telah berdiri sejak 2014. Pada 2016 sempat menggelar kirab dengan dukungan pemerintah setempat. Tapi Kerajaan Djipang mendapat dukungan dari pemerintah daerah karena dianggap membantu melestarikan budaya dan tidak meresahkan masyarakat. Kerajaan Djipang bahkan sudah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM.