Babak Baru Perseteruan Ade Armando Vs FPI

Dosen UI Ade Armando.
Sumber :
  • VIVAnews/Foe Peace Simbolon

FPI menuding, penolakan polisi terkait laporan mereka membuktikan jika Ade Armando seolah kebal hukum.

img_title Jadi Pelatih Timnas Prancis, Zinedine Zidane Disorot Gara-gara Jadi Seorang Muslim hingga Picu Respons Politikus

Merespons hal itu, Ade justru menuding Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab atau HRS yang kebal hukum. Alasannya, bertahun-tahun tinggal di Arab Saudi tapi masih bebas. HRS pergi ke Arab Saudi sejak 26 April 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang kebal hukum itu Rizieq Shihab. Lihat saja dia sampai sekarang masih bebas tinggal di Saudi, padahal dia kan sudah overstay," kata Ade kepada VIVAnews.

img_title Jangan Sembarangan Videokan Kecepatan Mobil

FPI Kejar Ade Armando

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin, menanggapi pernyataan Ade Armando yang menyebut Front Pembela Islam (FPI) organisasi jahat. Novel mengaku tidak kaget dengan pernyataan Ade tersebut.

img_title Airlangga Akui Sudah Kantongi Nama Calon Gubernur PFII, Ini Bocorannya

Novel Bamukmin.

Novel Bamukmin.

"Itu Ade Armando sudah tidak kaget dengan statement-nya karena itu adalah tugasnya yang diduga sebagai herder yang terus menggonggong untuk menakuti umat Islam yang lemah, demi membela bosnya demi kesesatan atas nama agama," kata Novel Bamukmin saat dihubungi VIVAnews.

Novel mengatakan, orang model Ade Armando cuma bisa koar-koar saja, tapi sangat pengecut untuk berhadapan langsung walau hanya berdebat. Dan sangat bodoh sekali pemahaman agamanya. Novel juga menuding, jika Ade Armando memiliki tugas lain yaitu mengalihkan isu besar yang sedang terjadi.

"Mungkin diduga kuat ada agenda komunis yg dijalankan untuk mengadu domba umat beragama dan bertugas untuk terus membuat pengalihan isu atas kasus-kasus besar di negara ini," kata Novel menambahkan.

Maka, dia mengingatkan agar umat Islam hati-hati terhadap jerat propaganda yang diduga kuat model komunis gaya baru seperti Ade Armando. Kepada polisi, Novel berharap mereka segera menjalankan tugasnya dengan benar untuk menangkap Ade Armando.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah FPI mengejar Ade Armando masih berlanjut, yang sebelumnya ditolak Bareskrim Polri, kini membuat laporan kembali, namun kali ini mereka menuju Polda Metro Jaya.

Wakil Sekretaris Umum sekaligus kuasa hukum FPI, Azis Yanuar mengatakan pihaknya sudah melaporkan Ade ke Polda Metro pada Selasa malam, 11 Februari 2020. "Kami mau menuntut keadilan, kami kejar Ade Armando," kata Azis

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut