Banjir Jakarta yang Sudah Ditunggu

Sejumlah lokasi terdampak banjir di kompleks pertokoan Jalan kemang Raya, Jakarta, 25 Februari 2020.
Sumber :
  • VIVAnews/Wilibrodus

Tetapi, hujan lebat bukan satu-satunya faktor. Drainase yang buruk dan makin berkurangnya daerah resapan air juga mendukung banjir datang kapan saja. Drainase yang buruk, menurut pemerhati tata kota Nirwono Joga dalam perbincangan dengan tvOne pada Selasa petang, berarti bahwa “lubang air dan saluran air tidak berfungsi normal.”

img_title 129 Gempa Guncang Jawa Barat Selama Sebulan, BMKG Ungkap Aktivitas Sesar Aktif

Faktor lain yang ditengarai menjadi biang banjir di Jakarta ialah sungai-sungai yang melintasi Ibu Kota. Sebagaimana Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono sampaikan beberapa saat setelah banjir pada 1 Januari, bencana alam itu kerap melanda Ibu Kota karena masih banyak bagian dari Sungai Ciliwung yang belum dinormalisasi—baru 16 kilometer dari total 33 kilometer yang dinormalisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Waktu itu Anies menyanggah pendapat Basuki. Dia menganggap normalisasi sungai itu penting, tapi sesungguhnya ada yang lebih penting lagi, yakni pengendalian air dari wilayah selatan seperti Cianjur, Bogor, Depok. Normalisasi sungai di Jakarta sebagus apa pun, dia berargumentasi, kalau air dari wilayah selatan tidak dikendalikan, "Maka apa pun yang kita lakukan di pesisir, termasuk di Jakarta, tidak akan bisa mengendalikan.” (ren)

img_title Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Barat Laut Tanimbar, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Banjir yang menerjang sejumlah rumah di Kabupaten Lumajang

Longsor dan Banjir di Lumajang, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menetapkan status keadaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi sejak Senin (2/11/2026) setelah kejadian longsor dan prabowo

img_title
VIVA.co.id
4 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut