Anies Pantang Mundur demi Formula E

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat meninjau ajang Formula E beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • www.instagram.com/aniesbaswedan

Anies mengalah ketika pemerintah pusat memutuskan tak mengizinkan balapan di kawasan Monas. Tetapi dia menawar untuk mencarikan lokasi lain sebagai sirkuit. Dia bahkan sudah berkomunikasi dengan penyelenggara balapan dan perancang lintasan untuk menengok lokasi-lokasi alternatif, meski tak disebutkan di mana saja.

img_title Anies Ungkap Keanehan Indonesia: Hutannya Rusak Tapi Rakyat Belum Sejahtera

Sang Gubernur dianggap juga tak belajar dari beberapa kota seperti Sao Paulo  (Brasil) dan Moskow (Rusia) yang mengundurkan diri sebagai tuan rumah karena berbagai alasan. Kota lain, Montreal (Kanada), cabut dari daftar tuan rumah pada 2018 karena telah merugi jutaan dolar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anies barangkali punya pertimbangan lain sehingga memilih menunda ajang itu dengan skenario di lokasi lain di Jakarta, alih-alih membatalkannya. Entah karena sudah telanjur menyetorkan Rp390 miliar sebagai commitment fee kepada pemilik lisensi Formula E, Fédération Internationale de l’Automobile (FIA), atau gengsi karena kadung gembar-gembor ke media massa.

img_title Anies: 97 Persen Deforestasi di Indonesia Legal, Ditebang Pakai Izin

Adu kuat

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi sedari awal menentang agenda balapan itu, terutama karena akan menggunakan cagar budaya Monas sebagai sirkuit. Dia waktu itu menyarankan lokasi yang lebih aman, tidak berisiko merusak cagar budaya, yakni kawasan wisata Ancol. Belakangan dia malah meminta Anies sekalian membatalkan agenda itu karena ancaman wabah corona.

img_title Deklarasi Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Ingin Anies Baswedan Jadi Presiden

Prasetio sempat jengkel dengan Anies yang seolah memaksakan kehendaknya untuk tetap menggelar Formula E di Monas padahal tak mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahl Cagar Budaya. Dia mengancam adu kuat jika Anies ngotot dengan kehendaknya dan tak akan menyetujui anggaran penyelenggaraan Formula E.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau dia (Anies Baswedan) kan punya uang, saya punya palu,” katanya, bermaksud menyatakan bahwa semua keputusan Dewan harus atas persetujuannya yang disahkan dalam sidang paripurna dengan palu sidang di tangannya. “Kalau palu itu enggak saya ketuk,” dia mengingatkan, “enggak akan terjadi apa-apa.”

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta menyarankan Anies tak gengsi untuk membatalkan agenda itu. Sebagaimana dikatakan anggota Fraksi PSI DPRD DKI, Anggara Wicitra, negara-negara lain seperti Thailand, Qatar, dan China sudah memutuskan membatalkan perhelatan internasional karena merebaknya corona. Jakarta harus mencontoh hal serupa karena corona sebagai ancaman serius yang harus bisa dimitigasi oleh pemerintah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut