Jakarta Setengah Lockdown

Cuaca cerah di kawasan Bundaran HI, Jakarta. Lalu lintas di Ibu Kota menjadi sepi setelah muncul imbauan kerja dan belajar dari rumah untuk memutus rantai penularan virus corona.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Meski cakupan kebijakan itu relatif terbatas, semacam setengah lockdown atau karantina wilayah, cukup banyak yang terdampak. Para pengemudi transportasi berbasis aplikasi online, seperti taksi online atau ojek online, dilarang membawa penumpang dan hanya dibolehkan mengangkut atau mengantar barang.

img_title Menkes Sebut Penularan Campak Lebih Tinggi Dibanding Covid: Bisa Sampai 18 Orang

Tidak ada data pasti jumlah mereka di Jakarta dan sekitarnya, tetapi diperkirakan lebih dari satu juta orang. Jumlah itu belum ditambahkan dengan anggota keluarga mereka. PSBB memang hanya di Jakarta, tidak meliputi kota-kota sekitar seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Memang tidak semua dari pengemudi ojol itu warga Jakarta, melainkan banyak juga orang daerah-daerah sekitar, namun sumber mata pencaharian mereka selama ini terutama di Ibu Kota. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belum dijelaskan dengan terperinci rencana dan strategi Gubernur Anies Baswedan setelah permohonan PSBB yang dia sampaikan kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto disetujui. Namun, berdasarkan keputusan Menteri, permohonan PSBB itu telah memenuhi sejumlah syarat, di antaranya “Kesiapan daerah tentang aspek ketersediaan kebutuhan hidup dasar rakyat, sarana dan prasarana kesehatan, anggaran dan operasionalisasi jaring pengaman sosial, dan aspek keamanan.”

img_title Menebak Krisis Energi Sekarang, Apakah Lebih Buruk dari Covid-19?

Bantuan sosial

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim telah menyiapkan anggaran sebesar Rp4,57 triliun untuk program bantuan bagi warga rentan miskin di Jakarta. Dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi dan Kementerian Sosial itu akan disalurkan kepada 2,6 juta warga rentan miskin yang terdampak wabah corona, seperti para pedagang kaki lima dan pengemudi ojek. Setiap orang atau keluarga rentan miskin itu akan menerima Rp880 ribu untuk bulan April dan Mei.

img_title Tak Cuma Covid-19, Lab Canggih Milik Kalimantan Selatan Bisa Deteksi Kanker dan Tuberkulosis

Pada 7 April, Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa pemerintah pusat sudah menyiapkan sejumlah program bantuan berbasis keluarga bagi sedikitnya 3,7 juta orang di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Bantuan akan diberikan selama dua bulan dalam masa tanggap darurat Covid-19, yakni April dan Mei. Presiden juga telah menginstruksikan Kementerian Sosial untuk mendistribusikan 200.000 paket sembako untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Keberadaan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mulai dipertanyakan karena dia diharapkan berduet dengan Anies Baswedan untuk menangani masalah wabah virus ini. Riza hanya mengingatkan, DKI sudah mempersiapkan anggaran khusus sebesar Rp3 triliun untuk tanggap darurat Covid-19. Namun, katanya, jumlah itu tidak cukup sehingga harus dibantu oleh pemerintah pusat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut