PSBB Jakarta Segera Tamat?
Data penurunan itu, Anies mengklaim, bukan hasil rekaan atau perkiraan, melainkan buah kerja ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Penurunan juga selaras dengan peningkatan jumlah warga Jakarta berangsur-angsur mematuhi anjuran agar tetap beraktivitas di rumah yang semula hanya 40 persen menjadi 60 persen sejak pemberlakuan PSBB. Itu berarti makin banyak orang berada di rumah, kian sedikit kasus baru yang muncul.
DKI Jakarta, berdasarkan data pergerakan orang hasil riset lembaga yang sama, ternyata menempati urutan teratas di antara provinsi-provinsi di pulau Jawa dalam hal tingkat kepatuhan masyarakatnya terhadap PSBB. “Artinya,” Anies berkesimpulan, “ada keseriusan warga di DKI untuk menangkis penularan dengan cara berada di rumah.”
Masa empat belas hari selama PSBB episode ketiga—22 Mei sampai 4 Juni—menjadi waktu yang menentukan bagi DKI Jakarta: kurvanya akan tetap rata, malah naik, atau terus turun hingga nol penularan.
Dinas Kesehatan akan tetap secara masif melacak (tracing) orang-orang yang dilaporkan pernah berkontak dengan pasien terjangkit Covid-19 dan deteksi dini melalui rapid test. Namun, kunci utamanya tetap pada kedisiplinan warga untuk sementara waktu berada di rumah demi memutus rantai penularan. Anies menyebutnya kerja kolosal.
Bodetabek
Optimisme Anies masuk akal. Tetapi, masalahnya, DKI Jakarta tidak dipisahkan secara tegas dengan daerah-daerah di sekitarnya seperti halnya provinsi-provinsi lainnya. Jakarta juga berhubungan erat dengan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Delapan kota/kabupaten di empat wilayah itu berada di dua provinsi berbeda, yakni Jawa Barat dan Banten, yang semuanya menerapkan PSBB secara berbeda pula.
PSBB di Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) diberlakukan mulai 15 April—lima hari setelah DKI Jakarta, sementara di Tangerang Raya pada 18 April. PSBB di Bodebek dilanjutkan untuk episode kedua sampai 26 Mei, sedangkan di Tangerang Raya sampai 31 Mei.
Belum diketahui masing-masing kota akan memperpanjang PSBB untuk kali ketiga. Namun, jumlah kasus infeksi di kota-kota itu masih terus bertambah setiap hari. Di kota Depok, misalnya, kurvanya belum menunjukkan tren menurun dan akumulasi pasien positif corona sudah 439 orang per 20 Mei. Kota Bogor dan Kota Bekasi juga meningkat, masing-masing 107 orang dan 282 orang.