Peringatan dari Sinabung
- VIVAnews
Tidur Tapi Berbahaya
Hasil pengamatan peta citra satelit menunjukkan bahwa Gunung Sinabung adalah anak gunung terbesar dan teraktif sepanjang masa yakni Gunung Toba. Menurut para ahli geologi, letusan raksasa itu terjadi 70.000 tahun silam. Letusan ini meninggalkan kaldera terbesar di muka bumi, yakni Danau Toba.
Tim Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) menyatakan Gunung Sinabung adalah Gunung yang dormant alias tidur atau tidak ada aktifitas selama ratusan tahun. Sejumlah ahli menduga bahwa selama ratusan tahun itu, Sinabung sedang menabung magma untuk dimuntahkan dalam letusan besar.
"Hal itu harus dibuktikan dengan penelitian geofisika bawah permukaan, sama halnya seperti segmen patahan gempa yang 'seperti tidur' selama ratusan tahun, bisa dianalogikan seperti sumber gempa Aceh-Nias tahun 2004," ujar peneliti sigap bencana yang juga asisten Staf Khusus Presiden bidang Bencana, Erick Ridzky.
Secara teknis dari close-up peta terlihat badan Gunung Sinabung yang mempunyai diameter 7 km masih berupa kerucut tajam dan bentuknya masih seperti 'tumpeng'. "Artinya kalau diibaratkan bisul, memang belum pernah pecah, melainkan bisul yang sedang tumbuh," kata Erick.
Laman Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa aktivitas Sinabung tidak pernah tercatat semenjak tahun 1600. "Karena letusannya tidak pernah tercatat, maka Sinabung masuk dalam Gunung Kategori B."
Kepala PVMBG Badan Geologi, Dr Surono menyebutkan bahwa gunung yang masuk tipe B atau gunung api tidak aktif di seluruh Indonesia jumlahnya 30. Sedangkan gunung tipe A atau gunung api aktif jumlahnya 68. Gunung tipe A inilah yang selama ini diawasi secara ketat oleh Badan Geologi. Dengan meletusnya Sinabung, maka jumlah gunung tipe A bertambah menjadi 69. Sinabung kini diawasi ketat.
Sinabung adalah isyarat bahwa gunung tipe B yang tidur nyenyak selama ratusan tahun pun juga menyimpan bahaya besar. Erick Ridzky menegaskan bahwa gunung-gunung lain dengan karakter seperti Sinabung benar-benar harus dipantau secara serius. Gunung yang sebelumnya tidak diawasi kini mulai dipantau para pakar. Salah satunya Gunung Sibayak yang berjarak hanya sekitar 30 kilometer (km) dari Gunung Sinabung.