Menunggu Strategi Riedl Hadapi Harimau Malaya

Latihan Timnas Indonesia
Latihan Timnas Indonesia
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

VIVAnews - Masih ada waktu 90 menit bagi skuad Indonesia untuk membalas kekalahan 3-0 dari Malaysia pada final ke-2 Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 29 Desember 2010. Optimisme tersebut muncul bukan tanpa alasan.

"Kita pernah menang 5-1, kita optimis masih ada kesempatan untuk memetik kemenangan pada leg 2, Rabu mendatang," kata Menpora Andi Mallarangeng di Istana Presiden, Senin, 27 Desember 2010.

Semangat untuk membenahi tim dan bangkit kembali ditunjukkan Firman Utina dan kawan-kawan. Mereka kembali ke Tanah Air lebih cepat dari jadwal. Setiba di Jakarta, Timnas Garuda langsung menggelar latihan di Lapangan C, Senayan. Alfred Riedl memimpin langsung latihan dibantu asisten pelatih Wolfgang Pikal.

Seperti biasa, sekitar seribu suporter pendukung skuad Garuda tak bosan menonton jalannya latihan. Dukungan suporter tak surut. Harapan mereka satu, tim asuhan Alfred Riedl bisa menuju tangga juara Piala AFF tahun ini, meski sangat berat.

Beragam pendapat bermunculan terkait strategi Rield melawan skuad Harimau Malaya. Riedl dinilai masih memiliki waktu untuk mematangkan strategi membalas tiga gol yang bersarang ke gawang Markus Haris Maulana di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada final pertama Piala AFF 2010. Asalkan, Riedl berani merombak skuad intinya dan membuat strategi yang jitu.

"Masih banyak pemain lain yang juga bagus seperti Eka Ramdani di barisan tengah, Irfan Haarys Bachdim dan Bambang Pamungkas untuk mengisi lini depan," saran Direktur Teknik PSSI, Sutan Harharah.

Nama Bambang dan Irfan dalam dua laga terakhir Indonesia memang tidak menjadi pilihan utama Riedl. Kedua pemain itu hanya sering masuk sebagai pemain pengganti.

Saat melawan Harimau Malaya di partai final pertama misalnya, Riedl lebih memilih menurunkan duet Cristian Gonzales dan Yongki Aribowo sejak menit awal. Sementara Bambang dan Irfan hanya masuk di menit-menit akhir.

Mengaca dari hasil itulah, Sutan menyoroti komposisi yang diturunkan oleh Riedl. Agar di partai kedua bisa membalikkan keadaan, sebaiknya pelatih berani mengubah komposisi pemain.

Menurutnya, bukan hanya lini depan dan tengah yang harus dibenahi kembali. Barisan lini belakang juga menjadi perhatian serius. Kebobolan tiga gol adalah bukti pertahanan Indonesia mulai mudah dijebol. Padahal, dari laga penyisihan grup sampai semifinal, gawang Markus hanya kebobolan dua gol.

Tapi, saat bermain di kandang lawan pertahanan Indonesia mudah dibongkar. Kedisiplinan Maman Abdurrachman dan Hamka Hamsah sejak awal kompetisi Piala AFF dalam mengawal lini belakang tidak terlihat lagi saat bermain di Bukit Jalil.

Riedl masih punya bek lain selain kedua pemain itu. Ada nama Muhammad Roby dan Benny Wahyudi. Roby misalnya, bek Persisam Samarinda ini pernah teruji saat Indonesia menghadapi Thailand di penyisihan Grup A Piala AFF. Roby yang baru berusia 25 tahun itu bisa menjadi darah segar bagi timnas. Ia saat itu ditunjuk Riedl karena Hamka mengalami cedera.

Di lapangan, ia terbukti menjawab kepercayaan pelatih. Meski mendapat tekanan bertubi-tubi dari penyerang Thailand, ia tetap konsisten menjaga pertahanannya.

Saran tidak saja datang dari direktur teknik PSSI. Kali ini pelatih Persija Jakarta Rahmad Darmawan juga ikut menyumbangkan saran bagi Riedl.
Ia mengharapkan Firman Utina dan kawan-kawan mampu konsentrasi penuh selama 90 menit. "Itu kunci untuk memenangkan pertandingan," ujar Rahmad.

Rahmad sadar, para pemain di partai kedua nanti memang mengemban beban mental luar biasa untuk memenangkan pertandingan. Namun, ia menyarankan agar tetap fokus dan bermain lepas.

Segala cara memang akan dilakukan agar permainan timnas kembali tampil menawan seperti saat melawan Malaysia di laga penyisihan Grup A. Saat itu, Malaysia menyerah dengan skor telak 5-1 di Jakarta.

Salah satunya adalah dengan memompa semangat juang para pemain. Hal ini pasti akan menjadi resep jitu agar para pemain bisa tampil lepas dan maksimal saat menghadapi leg kedua.

"Kami coba membangkitkan tim kembali dari sisi psikologis. Pemain dalam keadaan seperti ini, saya kira harus keluar dari tekanan," ungkap Manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam Tabusala.

Semangat adalah modal utama saat menjalani leg kedua dengan ketertinggalan. Apalagi, malaysia sendiri belum puas setelah hanya menyarangkan tiga gol.

Artinya, Malaysia tetap akan tampil menyerang saat bermain di Gelora Bung Karno. "Tidak mungkin kami akan bermain bertahan selama 90 menit. Meski hanya membutuhkan hasil imbang saja, kami tetap akan bermain dengan organisasi yang bagus juga," tegas pelatih timnas Malaysia Rajagobal.

Sementara Riedl sendiri belum mengubur mimpinya untuk mempersembahkan Piala AFF bagi Indonesia untuk kali pertama. Walaupun jalan terjal menghadang, Riedl yakin Indonesia bisa menang.

"Kami akan berusaha untuk tampil lebih agresif dan lebih berani mengambil risiko di babak kedua. Peluang saya pikir antara 5-10 persen," ungkap Riedl.