Dituding Bohong, SBY Undang Tokoh Agama
- Antara/ Saptono
Sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II menyangkal tudingan tersebut. Menko Polhukam Djoko Suyanto terang-terangan mengaku pemerintah risau dengan tudingan tersebut. Tudingan bohong itu dinilai terlalu jauh.
"Bohong itu adalah menyangkut integritas seseorang, kredibilitas seseorang, kehormatan seseorang," ujar Djoko, Rabu 12 Januari 2011.
Djoko mengakui, yang disampaikan Presiden SBY dalam Rapat Kerja Awal Tahun yang memaparkan tentang pencapaian pemerintah, masih ada yang belum berhasil. "Tapi kalau Pemerintah berbohong saya kira terlalu jauh," kata Djoko.
Akan halnya SBY, ia langsung mengutus Staf Khusus Bidang Politik, Daniel Sparingga, menemui para tokoh lintas agama di kantor Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Jumat 14 Januari 2011. Daniel mengakui kedatangannya memang instruksi langsung dari Presiden. Tujuannya, menjaring aspirasi masyarakat.
Dalam pertemuan itu para tokoh lintas agama meminta bertemu langsung dengan SBY. Kepada Daniel, mereka meminta agar SBY berhenti berbohong dengan sistem pemerintahan yang dijalankannya. Mereka menilai SBY tidak hanya melakukan kebohongan publik tapi juga kebohongan yang sistematik.
Apa kata Daniel? Daniel menganggap tidak ada pernyataan sikap bersama karena sikap tokoh lintas agama tidak bulat. Sebab masih ada silang pendapat, ada perbedaan pandangan mengenai apa yang semestinya dideklarasikan pada Senin 10 Januari 2011. "Pernyataan lintas agama itu belum ada. Kalau draf 18 kebohongan SBY, itu memang ada," kata Daniel.