Tomy Winata Menjawab WikiLeaks

foto jangan dipakai
foto jangan dipakai
Sumber :

Yang saya tahu, saya dari pagi sampai sore nggak pernah keluar rumah kalau tak ada janji. Setelah makan siang, saya biasanya langsung melihat kegiatan Artha Graha Peduli yang berada di 80 titik di seluruh Indonesia. Setelah itu, sore saya nongkrong di Hotel Borobudur, nungguin teman, kawan. Jam 10-11 malam saya pulang ke rumah. Undangan resmi saya jarang datang. Acara-acara formal saya jarang pergi.

Saya kira itu imajinasi mereka sendiri, berpikir terlalu tinggi soal diri saya. Sudah begitu imajinasi dia itu dijadikan suatu keyakinan yang menjadi seolah-olah benar. Lalu muncul tuduhan-tuduhan yang cenderung merugikan image kami.

Anda sendiri pernah berjudi?

Demi Tuhan, saya hanya pernah dua kali memegang gagang jackpot di tempat perjudian. Itu pun kalah. Kalau saya ngomong bohong... saya pulang bisa ketabrak mobil.

Terus bagaimana nama Anda dikaitkan dengan judi?

Saya tidak tahu. Dulu saya pernah diminta membuat proposal, kalau tidak salah pada zaman Gus Dur, untuk bagaimana caranya negara dapat manfaat dari orang-orang yang berjudi. Soalnya, kalau dihitung-hitung uang yang dihabiskan para penjudi di luar negeri jumlah kasarnya bisa mencapai US$2 miliar per tahun.

Nah, proposal itu nggak jadi. Itulah saya kira yang menyebabkan saya selalu dikaitkan dengan judi. Sudahlah saya nggak mau ngomong itu lagi. Nanti dikira Tomy ada maunya lagi.

Anda akan menggugat kedua koran itu?