Tomy Winata Menjawab WikiLeaks

foto jangan dipakai
foto jangan dipakai
Sumber :

Begini ya, saya belum punya hak penyelenggara pembangunan Jembatan Selat Sunda. Saat ini proyek tersebut ditangani anak usaha Artha Graha, yakni PT Bangun Graha Sejahtera Mulia, bekerja sama dengan dua Pemda (Banten dan Lampung). Jadi, kami coba meski dengan risiko, membuat pra-studi dengan dua BUMD. Saya rela keluarkan US$40 juta untuk pra-studi, tapi dengan risiko belum tentu kami ditunjuk menjadi penyelenggara pembangunan.

Saya ingin pemimpin proyek ini adalah pengusaha nasional, tapi tidak apa-apa jika nantinya dibantu asing. Namun pemimpinnya harus pengusaha nasional. Ini proyek besar yang mencerminkan harga diri bangsa. Kamis ikhlas kalau tidak mendapat proyek ini. Tapi, jembatan ini harus dibangun.

Saya tidak pernah punya simpanan uang di luar negeri. Investasi pun saya tak ada di luar negeri. Saya cuma punya satu rumah di Singapura, karena untuk tempat tinggal anak saya yang sekolah di sana.

Kenapa Anda rela mengeluarkan US$40 juta  meski belum tentu mendapatkan proyek itu?

Lho, Anda kok tidak tanya orang-orang Indonesia yang berjudi di luar negeri, yang menghabiskan uang hampir US$2 miliar per tahun? Mengapa Anda tidak tanyakan uang miliaran dolar itu dihabiskan begitu saja? Kalau saya, ini kan proyek sudah diomongin sejak zaman Soeharto, tetapi tidak ada realisasinya. Ya, sudah saya timpe dulu dengan pra-studi. Paling tidak, sudah ada langkah kongkretnya, biarpun hanya sekadar pra-studi. Syukur nanti ditunjuk, kalau tidak ya tidak apa-apa. Wong, tendernya sampai saat ini juga belum ada kejelasan. (kd)