Mengapa Sultan Tinggalkan Nasdem
- VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis
"Bang Surya itu pernah hadir di rapat PDIP, rapat Golkar, masak tidak boleh hadir di rapat Partai Nasdem? Kami mengundangnya untuk meminta masukan dia sebagai tokoh, untuk menjelaskan tentang apa itu restorasi," kata Rio saat dihubungi VIVAnews.com, Kamis 28 April silam.
Menurut mantan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional itu, Partai Nasdem sudah memiliki 33 pengurus provinsi. Partai itu juga sedang menyiapkan kepengurusan di kabupaten/kota dan kecamatan. Mereka bersiap mengikuti Pemilu 2014. Bahkan, Wakil Ketua DPW Nasdem Jawa Timur, Sugeng Suprawoto, menyebutkan deklarasi besar-besaran partai ini akan digelar 26 Juli 2011 nanti di Jakarta.
Tapi bagi Sultan, tak ada beda antara Ormas Nasdem dengan Partai Nasional Demokrat yang didaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Selain itu, lambang yang dipakai Partai Nasdem juga tidak jauh berbeda dengan Ormas Nasdem dimana dirinya menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina. "Logonya kan hanya terbalik dengan Ormas Nasional Demokrat," kata Sultan.
Kader Lain Menyusul dan Jawaban Nasdem
Rustriningsih, Wakil Gubernur Jawa Tengah yang juga Ketua Ormas Nasional Demokrat propinsi itu segera mengikuti jejak Sri Sultan. Hal itu disampaikan Rustriningsih di sela-sela pelantikannya sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah, Kamis 7 Juli 2011. Rustriningsih mengaku gelisah dengan perubahan ormas itu menjadi partai itu.
Rustriningsih menegaskan bahwa dengan adanya ormas dan partai yang bernama sama yaitu Nasdem, memungkinkan masyarakat salah paham. Padahal ormas dan partai adalah hal yang berbeda. Bahkan, dikhawatirkan akan ada bedol desa alias ramai-ramai meninggalkan Nasdem, terutama bagi aktivis ormas Nasdem yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Sejumlah Kader-kader Nasdem di Jawa Tengah, kata Rustringsih, sudah memutuskan untuk meninggalkan ormas Nasdem. Alasannya serupa. Tidak setuju Nasdem menjadi partai politik. "Yang PNS tentunya tidak akan bisa bergabung lagi. Begitu juga dengan kader yang berlatar belakang partai," kata Rustriningsih.
Rustriningsih mengaku bahwa semula dia bersedia menjadi Ketua Nasdem Jawa Tengah karena tidak ada wacana menjadi partai politik. Rustriningsih sendiri saat ini masih tercatat sebagai kader PDI Perjuangan Jawa Tengah. "Saat ini saya masih menimbang-nimbang, mencari hari baik untuk memutuskan. Tapi intinya saya ingin berpikir merdeka, dan tidak ingin merepotkan dan menjadi beban orang lain," kata Rustriningsih usai mendampingi Ketua Umum PMI Jusuf Kalla di Semarang, Jawa Tengah, Kamis 7 Juli 2011.
Menanggapi pengunduran diri Sri Sultan itu, Ketua Nasdem DIY, Gusti Kanjeng Ratu Pembayun menegaskan bahwa organisasi itu segera melakukan konsolidasi. "Nanti kami akan konsolidasi di internal Nasdem DIY, " kata Pembayun, yang juga putri pertama Sultan dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Kamis 7 Juli 2011.