Siapa 2 Legislator yang Dilaporkan Memeras 3 BUMN

Dahlan Iskan Penuhi Panggilan BK DPR
Sumber :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin

VIVAnews - Kasus tuduhan pemerasan oleh oknum anggota DPR RI terhadap sejumlah BUMN terus memanas. Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan membeberkan dua nama di hadapan Badan Kehormatan DPR.

"Yang saya serahkan adalah nama yang terkait tiga peristiwa. Dari tiga peristiwa itu ternyata ada dua nama," kata Dahlan usai memberikan keterangan kepada Badan Kehormatan di gedung DPR RI, Jakarta, Senin 5 November 2012.

Dahlan pada awalnya tidak menyadari bahwa dari tiga peristiwa itu hanya melibatkan dua nama anggota DPR. Setelah diteliti lagi, ternyata salah satu peristiwa melibatkan satu nama yang sama.

"Yang satu peristiwa itu satu orang, yang dua peristiwa lain namanya sama," kata mantan Direktur Utama PLN ini. "Mereka dari komisi apa, partai apa, fraksi apa, saya serahkan ke BK untuk menelusuri dan menyelesaikannya."

Siapa nama mereka, Dahlan masih merahasiakannya. Menurutnya, dia sudah menyerahkan data-data itu ke Badan Kehormatan DPR. Bagi Dahlan, dia lebih memilih memusatkan perhatian untuk bersih-bersih di lembaganya sendiri daripada di lembaga lain.

Dia juga menolak menyebutkan inisial nama mereka. Dahlan hanya menjelaskan modus pemerasannya. "BUMN sudah menolak, tapi diminta terus. Sampai ditagih ketika yang bersangkutan (pejabat BUMN) di luar negeri, masih menelepon menagih," dia menjelaskan.

Dahlan juga berkeberatan mengungkapkan BUMN mana dan pejabat BUMN yang diperas itu. "Saya serahkan sepenuhnya kepada Badan Kehormatan DPR untuk mengumumkan atau tidak mengumumkan, sesuai mekanisme yang berlaku. Saya sudah serahkan nama oknum DPR itu, nama BUMN, nama orang-orang BUMN yang dimintai uang, jumlah uang, dan peristiwanya. Semua sudah saya tulis untuk Badan Kehormatan," katanya.

Namun, Dahlan menegaskan dua nama yang dia laporkan itu tidak sama dengan daftar inisial nama anggota Dewan yang beredar beberapa hari lalu. "Nama-nama itu tidak sama dengan yang sudah pernah beredar, itu tidak ada kaitannya," katanya.

Dia juga menekankan langkah ini diambil sekadar untuk memenuhi undangan Badan Kehormatan DPR, untuk memberi penjelasan terkait polemik kasus ini. "Jadi bukan inisiatif saya untuk mengadu," dia membela diri.

Dahlan menepis anggapan bahwa dia sengaja menciptakan situasi yang tidak nyaman di luar lingkungan kerjanya. "Semangat saya bukan untuk bersih-bersih rumah tangga orang lain, sebab yang utama tentu saya ingin bersih-bersih di rumah tangga sendiri," katanya. "BUMN juga saya tahu selama ini dikenal sebagai sarang korupsi."

Atas laporan Dahlan, Badan Kehormatan DPR berjanji akan mengusutnya dan segera memanggil para legislator yang disebut namanya. Jika terbukti memeras, Badan Kehormatan akan menindak tegas. "Sanksinya pemberhentian sementara sampai pemecatan," kata Ketua Badan Kehormatan DPR RI, M. Prakosa.

Hasil pemeriksaan Badan Kehormatan terhadap anggota Dewan tersebut akan direkomendasikan kepada penegak hukum. "Domain Badan Kehormatan itu pada pelanggaran kode etiknya. Domain hukumnya akan disampaikan kepada penegak hukum," kata Prakosa.

Badan Kehormatan DPR juga berencana memanggil tiga direktur BUMN yang dilaporkan Dahlan telah diperas anggota Dewan. "Kami akan minta keterangan tiga direksi BUMN terkait termasuk bukti-bukti yang dipunyai mereka. Setelah reses," tuturnya.

Menurut Prakosa, dari tiga BUMN yang dilaporkan itu, ada yang sudah memiliki indikasi kuat. "Ada satu yang sudah bisa ditindaklanjuti secara sungguh-sungguh," kata Prakosa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title 5 Bandara Termasuk Soetta Kembali Dibuka, tapi Disertai 2 Catatan Penting
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut