3 Anggota Brimob Ditembak, Poso Memanas Lagi?
- ANTARA/Zainuddin MN
Saat ini, masih dilakukan pengejaran terhadap kelompok besenjata yang lari ke pegunungan Taswinoni. Pengunungan itu membelah jalan Trans Sulawesi yang dikelilingi perkebunan cokelat dan berbatasan dengan hutan belantara.
1 Pelaku Dibekuk
Pengejaran polisi membuahkan hasil. Boy menggelar jumpa pers guna menginformasikan hasil pengerjaran terhadap kelompok tersebut.
Polisi berhasil menangkap satu orang yang diduga menyerang patroli Brimob tersebut. Hingga kini, polisi terus mengejar pelaku lainnya. "Dari peristiwa ini, satu orang ditangkap, masih hidup dan sedang diperiksa," katanya.
Polisi memperkirakan, pelaku penembakan berjumlah 10 hingga 15 orang. Mereka lari usai baku tembak dengan petugas yang mengejar. ”Dugaan sementara melarikan diri dan merampas satu senjata anggota jenis SS1,” kata Boy.
Boy mengaku belum mengetahui identitas satu pelaku yang sudah ditangkap itu. "Belum dapat identitasnya. Yang jelas dugaan sementara mereka yang terindikasi masuk DPO dan melakukan latihan teror dengan cara berpindah-pindah," kata Boy.
Lokasi kontak senjata ini, kata Boy, memang berdekatan dengan tempat latihan kelompok teroris yang berhasil dibongkar sebelumnya. "Lokasi ini diidentifikasi sebagai lokasi latihan teror," katanya.
Polisi kesulitan memangkap para pelaku penembakan ini. Sebab, mereka kabur ke wilayah hutan. "Ini yang menyulitkan, karena lokasinya bukit dan pegunungan, dataran tinggi. Sekarang sedang kami kejar," dia menambahkan.
Polisi Siaga
Mabes Polri menjelaskan, petugas Brimob yang ditembaki itu tengah berpatroli dalam rangka sterlisasi lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas teror. Polisi memang terus berupaya mensterilkan lokasi dari aktivitas teror.
Patroli itu berkaitan dengan aksi teror sebelumnya. Meski tidak mengaitkan langsung pada peristiwa mana, secara keseluruhan berkaitan. Nah, orang-orang yang diduga terkait aktivitas teror itu terdesak gencarnya patroli tersebut. ”Merasa terdesak dan pas bertemu dengan tim terjadi kontak,” kata Boy.
Dia menduga, kelompok tersebut sama dengan yang membunuh dua polisi pada Oktober lalu. Dua petugas polisi, Brigadir Kepala Sudirman dan Brigadir Satu Andi Sapa, ditemukan tewas di Poso, Sulawesi Tengah, 18 Oktober lalu. Mereka gugur saat menyelidiki area pelatihan teroris di Poso, Sulawesi Tengah. (Selengkapnya baca )