Sosok Menteri Keuangan Baru Menurut Hatta Rajasa
- VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
VIVAnews - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, menyatakan bahwa Menteri Keuangan definitif yang baru akan dilantik baru pada pekan ini.
Saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, senin 13 Mei 2013, Hatta menjelaskan bahwa penunjukkan Menteri Keuangan yang menggantikan Agus Martowardojo itu sudah dilakukan dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin segera melantiknya. "Presiden sudah menetapkan dalam minggu ini akan segera melantik Menkeu baru," ujar Hatta.
Hatta juga membantah bahwa pelantikan Menkeu pekan ini berkaitan dengan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RUU APBN-P) yang akan diserahkan dan dibahas bersama DPR mulai esok.
"Itu tidak berkaitan dengan RAPBN-P. Itu sudah dijadwalkan begitu," kata Hatta, Senin, 13 Mei 2013.
Namun, Hatta tidak menyebutkan siapakah yang akan dilantik menjadi Menteri Keuangan baru oleh Presiden.
Sempat beredar kabar bahwa Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad wibowo telah ditunjuk sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Agus Martowardojo. Namun isu pemberitaan itu langsung dibantah oleh Hatta.
"Dradjad Wibowo mau jadi Menkeu, itu tidak betul," kata Hatta.
Dia menegaskan bahwa Menteri Keuangan yang baru ini akan berasal dari kalangan profesional. "Yang pasti dia tidak dari parpol," kata Hatta.
Maka segala spekulasi dan kemungkinan yang mengarah kepada Dradjad pun jadi terpatahkan. Sebab, Dradjad merupakan pejabat elit di PAN, selain itu ia kini sedang berada di luar negeri untuk keperluan tugas dan pekerjaannya.
"Menkeu dilantik besok," kata Hatta.
Memahami Peningkatan Investasi
Meski tidak mau menyebutkan siapa yang telah ditunjuk itu, Hatta memaparkan kriteria orang yang bakal dilantik oleh SBY menjadi bendahara negara tersebut.
"Orang tersebut harus memiliki integritas dan kapabilitas, serta memahami pertumbuhan perekonomian kita. Kewenangan Kementerian Keuangan dalam undang-undang sangat besar, termasuk kebijakan fiskal yang berkaitan dengan penanaman investasi," katanya.
Hal senada juga diungkapkan Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi, Firmanzah. Menurut Firmanzah, Presiden SBY telah mengkaji dan mempertimbangkan dengan matang penunjukkan Menteri Keuangan yang baru ini bersama staf, Menko Perekonomian, dan Wakil Presiden Boediono.
"Tunggu saja, Presiden akan mengumumkannya. Saya tidak menjelaskan lebih banyak," kata Firmanzah kepada VIVAnews.
Menurut Firmanzah, syarat Menteri Keuangan sebagaimana yang ditegaskan oleh SBY dalam beberapa kesempatan adalah mampu menjaga kondisi fiskal tetap sehat dan harus bisa mendorong peningkatan investasi untuk meraih pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di Indonesia.
"Selain konsumsi yang tinggi, investasi juga diharapkan meningkat. Keduanya ini sangat potensial jadi motor utama pendorong pertumbuhan," kata Firmanzah.