Banjir Bandang Menerjang Manado, Terburuk dalam 13 Tahun

Warga dievakuasi dari terjangan banjir di Manado
Warga dievakuasi dari terjangan banjir di Manado
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar

VIVAnews - Siang hari, Rabu, 15 Januari 2014, hujan deras terus mengguyur hampir seluruh wilayah di Sulawesi Utara. Hujan dibarengi dengan embusan angin kencang.

Air hujan yang turun selama dua hari akhirnya tak mampu ditampung. Banjir bandang pun menerjang.

Air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, Sawangan, dan Sario meluap. Tanpa ada peringatan, air bah yang datang langsung menghantam rumah warga.

Bercampur lumpur, air itu datang bersama dengan kayu-kayu dan batu berukuran besar. Kepanikan melanda, warga berlari menyelamatkan diri tanpa sempat membawa barang berharga.

Tidak dapat dibendung, air meratakan dan menghanyutkan rumah-rumah warga yang tidak jauh dari sungai. Jalanan tertutup lumpur, mobil-mobil juga ikut hanyut.

Tinggi banjir di bantaran sungai bahkan mencapai 6 meter akibat kiriman air dari Minahasa. Dalam hitungan jam, air banjir sudah menggenangi 6 kabupaten/kota di Sulut secara bersamaan.

Aktivitas warga di Kota Manado, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Kota Tomohon, dan Kepulauan Sangihe terhenti. Ada 11 kecamatan yang terkena dampak akibat banjir itu. Seperti di Kecamatan Sicala, Wenang, Singkil, Wanea, Tunginting, Paal Dua, Paal Empat, dan Bunaken.

"Jalan putus karena aspalnya terbelah. Akses jalan dari Tomohon ke Manado juga putus karena tanah longsor," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMG Sulawesi Utara, Riyadi.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, hingga Kamis pagi, 16 Januari 2014, sebanyak 15 orang meninggal. Di Kota Manado, korban tewas berjumlah lima orang, satu orang hanyut dan belum ditemukan.

Sementara itu, di Kota Tomohon, ada lima orang yang tewas. Kemudian di Minahasa ada tiga warga yang tewas, satu orang hilang, dan satu orang luka berat.

Dampak banjir dan longsor di Kabupaten Minahasa Utara menyebabkan tiga desa dengan 1.000 jiwa terisolasi. Kemudian, di Kepulauan Sangihe sejumlah bangunan rusak akibat tertimbun longsor.

Puluhan rumah terseret banjir, ratusan rumah rusak parah, dan ratusan mobil terendam. Lebih dari 40 ribu warga terpaksa mengungsi. Banjir ini bahkan disebut sebagai kejadian paling parah dalam 13 tahun terakhir. Lihat video amatir saat rumah warga hanyut diterjang banjir di sini.