Akhir Karier Tony Abbott, Babak Baru Indonesia-Australia

Poster Tony Abbott dan Malcolm Turnbull
Poster Tony Abbott dan Malcolm Turnbull
Sumber :
  • REUTERS/Daniel Munoz (L) and Ian Waldie/Pool/Files
VIVA.co.id - Tony Abbott mungkin tak menyangka masa kepemimpinannya sebagai Perdana Menteri hanya berlangsung selama hampir dua tahun. Pada Senin sore waktu setempat, Abbott ditantang oleh rekan satu partainya, Malcolm Turnbull untuk memperebutkan kursi pemimpin Partai Liberal.

Turnbull sebenarnya bukan orang baru di partai, karena di tahun 2008 lalu, dia pernah menduduki kursi tersebut, sebelum akhirnya dijungkalkan oleh Abbott. Kini seolah mengalami karma, politisi yang telah berkecimpung selama 20 tahun itu, harus merasakan pahitnya digulingkan rekan sendiri.

Kantor berita Reuters, Senin, 14 September 2015, melansir Turnbull mantap mengajukan tantangan kepada Abbott karrena merasa telah didukung oleh banyak orang. Jutawan berusia 60 tahun itu telah mengantongi 60 suara anggota parlemen dari Partai Liberal. Agar bisa menjadi PM, Turnbull membutuhkan 52 suara lagi untuk bisa melengserkan Abbott. 

Turnbull beranggapan Abbott telah gagal dalam membawa perubahan ekonomi bagi Australia. 

"Tentu saja, PM tidak memiliki kemampuan untuk menunjukkan kemampuan di bidang ekonomi yang dibutuhkan oleh negara ini," kata Turnbull ketika ditemui media di depan halaman gedung parlemen. 

Menurutnya, Australia membutuhkan gaya kepemimpinan yang berbeda. BBC edisi Selasa, 15 September 2015 bahkan mengungkap tiga alasan lain mengapa sebagian besar anggota Partai Liberal ingin menggulingkan Abbott. Pertama, karena adanya daftar yang bocor, berisi nama-nama Menteri yang ingin disingkirkan oleh Abbott. Akibatnya, banyak orang di kabinet menjadi marah. 

Kedua, popularitas Abbott terus merosot dalam beberapa bulan belakangan. Perusahaan riset Ipsos Australia pada bulan Agustus lalu menunjukkan secara konsisten, Turnbull lebih dijagokan untuk menduduki kursi pemimpin Partai Liberal dan PM ketimbang Abbott dan Menteri Luar Negeri, Julie Bishop. 

Ketiga, Turnbull khawatir, jika Abbott tetap berkuasa, maka koalisi Nasional-Liberal akan kalah dalam pemilihan umum yang dijadwalkan digelar pada pertengahan tahun 2016. 
Halaman Selanjutnya
img_title