Jangan Remehkan Keamanan Ojek Berbasis Online

Peluncuran LadyJEK
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mitra Angelia

VIVA.co.id - Layanan transportasi berbasis online kian menjamur. Satu per satu penyedia layanan transportasi online bermunculan, dengan beragam jenis layanan dan ciri khasnya masing-masing.

Layanan berbasis aplikasi tersebut memudahkan pengguna yang ingin bepergian. Tawaran tarif murah dan kemudahan memesan moda transportasi melalui aplikasi, makin membuat layanan ini menempati di hati pengguna.

Transportasi ojek online seperti ojek Grabbike, BluJek, GoJek, dan kini LadyJEK maupun Bajaj App makin menambah berbagi pilihan pengguna untuk bertransportasi.

Namun booming layanan online tersebut menimbulkan tantangan baru pula, yaitu belum adanya standar keamanan baik bagi penumpang maupun pengendara moda transportasi berbasis online.

Benih celah keamanan itu bukan bualan saja. Problem keamanan sudah mewujud mulai dari pelanggaran privasi pengguna, sampai pemanfaatan layanan untuk aktivitas ilegal. Padahal pengguna dan masyarakat pada umumnya  ingin menggunakan layanan yang nyaman, aman, mudah dan terjangkau.

Problem pelanggaran privasi sudah ramai dikeluhkan pengguna. Pengguna Facebook dengan akun Aston Elza Lidya pertengahan September lalu membeberkan beberapa problem keamanan data pengguna. Aston menuliskan ada pengguna GoJek yang disemprot pengendara GoJek, setelah memberikan penilaian buruk layanan pengendara tersebut. Lainnya, tulis Aston, teman perempuannya yang menggunakan layanan GrabBike mengaku risih mendapat SMS iseng dari pengojek GrabBike.

Teranyar, polisi telah membekuk pengendara GoJek yang menjadi kurir narkoba. Pengendara GoJek, Supriono, berhasil dibekuk oleh Unit Narkoba Polsek Metro Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat dini hari, 2 Oktober 2015. Pria berusia 39 tahun itu diduga kuat sebagai seorang bandar narkoba jenis sabu.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan dua paket kecil sabu siap edar seberat 0,3 gram yang tersimpan di bungkus rokok dan sebuah smartphone merek Samsung.

Kanit Reskrim Polsek Metro Tanjung Duren, AKP Antonius, mengatakan Supriono diamankan saat berada di pangkalannya yang berada di Jalan Pedongkelan, RT 08/08, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

Terkait dengan aktivitas ilegal tersebut, Chief Executive Officer (CEO) PT Go-Jek Indonesia, Nadiem Makarim membenarkan hal tersebut. Nadiem menegaskan GoJek akan tegas terkait mitra bisnisnya yang menjalankan aktivitas ilegal.

Nadiem mengatakan, bila terbukti berbuat kriminal, GoJek akan langsung memecat pengendara tersebut.

"GoJek hanya bisa dua hal, memecat dan melaporkan ke polisi. Itu yang akan kita lakukan," ucapnya.

Bos GoJek itu mengatakan perusahaannya selalu menghimbau kepada mitra pengendaranya agar senantiasa waspada dan teliti atas barang yang dikirimkan.

Untuk hal ini, Nadiem mengatakan, GoJek punya standar dalam proses layanan pengiriman barang.

"Kami anjurkan driver agar jika merasa ragu-ragu (mengirim paket), maka dia boleh meminta dibukakan (paketnya kepada pelanggan), itu untuk keamanan driver," kata dia.

Sedangkan GrabBike punya jurus untuk melindungi keamanan privasi pengguna. Kiki Rizki, Head of Marketing GrabTaxi, induk GrabBike, mengatakan perusahaannya sudah jauh-jauh hari telah menyiapkan fitur penjaga privasi pengguna.

"Kami sedang kembangkan untuk membuat fitur virtual yang akan bisa tetap menutup nomor telepon (pengguna) tersebut. Jadi kalau klik dihubungi (diisengi), tidak keluar nomornya, karena di-masking (disembunyikan)," ujar wanita yang akrab disapa Kiki ini kepada VIVA.co.id, Senin 14 September 2015.

Kiki mengatakan fitur ini akan berfungsi pada saat itu juga. Saat pengojek perjalanan untuk ke lokasi calon pengguna layanan, tetap bisa menghubungi pengguna. Namun seusai bertemu dengan pengguna, GrabBike akan menutup nomor pengguna.

Sistem GrabBike juga menjaga keamanan pengguna dari teror pengojeknya dalam memberikan ulasan dan penilaian buruk pengojek. Dalam sistem ulasan GrabBike, kata Kiki, didesain ulasan anonim tanpa ada kontak dan nama pengguna. Dengan sistem ini diharapkan tidak akan melahirkan teror seperti pada Gojek.

"Di kami pengojek bisa melihat rating, tapi tidak tahu siapa yang memberikan rating tersebut," kata Kiki.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Tren Grab dan Uber, Indosat Sokong Taksi Online Lokal
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut