Waspada Diskon Palsu Hari Belanja Online Nasional
Senin, 14 Desember 2015 - 06:01 WIB
Sumber :
- Ist.
Lain lagi dengan mainan, atau asesoris. Untuk sebuah rubik bermerek Kuso harganya dinaikkan lebih dulu menjadi Rp97 juta sebelum didiskon lebih dari 100 persen menjadi hanya Rp69.575.
Satu set pulpen merek Kuso, yang hanya terdiri dari tiga buah alat tulis, didiskon lebih dari 100 persen menjadi hanya Rp74.688. Sebelumnya, harga pulpen tersebut ditulis senilai Rp104 juta.
Namun, diakui, tidak semua barang memiliki kenaikan harga fantastis seperti itu. Tetap saja, beberapa pengguna internet merasa kecewa dengan tingkah polah para e-commerce ini. Bahkan, mereka menuangkan kekecewaan itu dalam media sosial.
Harbolnas: hari bo'ol nasional. Banyak diskon tapi harganya dinaikin dulu. Ikutan komen. Biar kekinian.
— Rons Onyol Imawan. ™ (@RonsImawan) December 10, 2015Padahal, 3 bulan lalu harga asli di toko juga 2.600.000. Free ongkir pula. Buat beberapa barang, diskon harbolnas mungkin cuma tipu-tipu.
— Ulfah Hanifah (@umulfah) December 10, 2015Harbolnas isinya diskonan.. Tipu-tipu harganya
— Yongky D. (@Yongky_D) December 12, 2014Transparasi total nilai transaksi
Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA) berharap, ada tanggapan dari para pelaku jual-beli online yang terlibat di Harbolnas 2015. Imbauan ini. mengenai transparansi total nilai transaksi dari perhelatan itu.Â
"Saya berharap bisa ditanggapi. Tetapi, kalau ditanggapi, siapa juga yang akan menanggapi, karena (Harbolnas) itu bukan sebuah ikatan. Saya tidak tahu ketua (Harbolnas) siapa," ungkap Ketua Umum idEA, Daniel Tumiwa, ditemui di sela peresmian 4G LTE secara nasional di Museum Nasional, Jakarta.
Daniel menirukan ucapan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, bila ada hajatan tentang belanja online di penghujungnya disebutkan berapa nilai total transaksinya. Hal ini bercermin dari belanja online yang terjadi di Tiongkok, yang dikenal dengan sebutan "single day".
"Alangkah baiknya (diumumkan), Menkominfo bilang di Tiongkok bikin satu hari, besok umumkan segini transaksinya. Bagi saya, itu penting, karena kalau perusahaan-perusahaan melihat angka (nilai total transaksi e-commerce) itu, terus belum tahu apa itu belanja online, dan dia akan melihat terus bilang 'oh saya harus ikut'," katanya.
Daniel melanjutkan, sebab dengan keterlibatan berbagai perusahaan yang terjun di industri e-commerce, maka akan berdampak positif, dengan terus bertumbuhnya industri.
Halaman Selanjutnya