Bom Mengusik Tahun Baru
Sabtu, 2 Januari 2016 - 01:05 WIB
Sumber :
- ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Menurut Moechgiyarto, ada kemungkinan bom itu dimaksudkan untuk memicu ledakan lebih besar kalau sanggup mengoyak tangki bahan bakar. Tetapi, katanya, “ledakan tidak sempurna” sehingga hanya merusak tutup bahan bakar.
Taghut
Moechgiyarto menolak menjawab dengan lugas ketika ditanya alasan jika benar yang disasar adalah para jurnalis tvOne. Semua kemungkinan atau tengara akan terjawab setelah seluruh penyelidikan tuntas.
“Kita (Polri) memang sedang perang melawan terorisme. Para teroris itu menganggap polisi taghut (pendurhaka Allah), kafir, dan sebagainya. Sedangkan tvOne selalu memberitakan teror-teror bom, dan bekerja sama yang baik dengan polisi,” katanya, beranalisis.
Tetapi dia menegaskan lagi bahwa dugaan apa pun akan dipastikan setelah selesai penyelidikan, termasuk menangkap pelaku dan hasil resmi pemeriksaan Laboratorium Forensik pada sampel barang bukti.
Polisi memang sudah memeriksa sejumlah saksi. Satu di antara mereka mengaku melihat seorang pria mengendarai sepeda motor yang dianggap mencurigakan dan ditengarai yang meletakkan bom itu. Tetapi saksi itu belum benar-benar yakin sehingga keterangannya masih meragukan.
Polisi perlu memeriksa kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi yang kemungkinan merekam pelaku. Aparat belum dapat memeriksanya sekarang karena petugas yang bertanggung jawab atas CCTV itu masih libur. “Besok (Sabtu, 2 Januari 2016) akan kita buka CCTV-nya,” kata Moechgiyarto.
Tunjukkan eksistensi
Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Irfan Idris, mengamini analisis Kepala Polda Jabar tentang tengara berkaitan dengan kelompok teror di Indonesia.
Irfan tak menyebut identitas kelompok atau pihak tertentu yang patut dituding bertanggung jawab atas teror bom itu. Daya ledak bom memang rendah tetapi ada pesan tersirat bahwa teroris ingin menunjukkan eksistensi mereka.
“Itu informasi (pesan tersirat) bahwa mereka (teroris) tetap ada. Bisa saja dilatarbelakangi dendam (pribadi), tetapi pesannya adalah mereka ingin menunjukkan bahwa mereka masih ada,” katanya dalam perbincangan dengan tvOne petang itu.
Analisis Irfan didukung ancaman teror di Tangerang Selatan, Banten, pada Kamis siang, 31 Desember 2015. Mal Teras Kota di Jalan Pahlawan Seribu, Serpong, menerima ancaman bom dari orang tak dikenal.
Halaman Selanjutnya