Gafatar, Dari Cap Sesat Jadi Beraroma Makar

Pembakaran atas pemukiman warga eks pengikut Gafatar di Desa Moton Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat, Selasa (19/1/2016).
Sumber :
  • Antara/Jessica Helena Wuysang

"Hasil koordinasi kami dengan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, jika mereka (pengungsi Gafatar) akan mengambil pilihan untuk melakukan transmigrasi maka akan dilakukan identifikasi," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

img_title Makar dan Nista Gafatar
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aroma Makar
Di bagian lain, di tengah hiruk pikuk proses evakuasi dan rencana penempatan kembali warga eks Gafatar di daerah lain oleh pemerintah dalam baju transmigrasi.

img_title INFOGRAFIK: Telatah Gafatar

Di Gorontalo, seorang mantan pengikut Gafatar justru menyampaikan kesaksian yang menghenyak publik. Pria yang dirahasiakan dan bernama JK itu mengaku bila keberadaan kelompok eks Gafatar di Kalimantan untuk mempersenjatai diri.

Caranya adalah dengan meminta seluruh pengikut Gafatar bercocok tanam. Nantinya seluruh hasil kebun akan dikumpulkan untuk membeli senjata. Sembari itu, seluruh warga yang ada di perkampungan khusus Gafatar akan dibekali latihan militer.

img_title Suami Istri Perekrut Anggota Gafatar Divonis Bersalah

"Nanti semua orang akan dilatih militer untuk melawan orang-orang yang bertentangan dengan ajaran Gafatar. Begitu mereka menanamkan," kata JK menjelaskan kesaksiannya soal kelompok Gafatar yang sempat diikutinya sejak Januari hingga Desember 2015.

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/01/19/360589_warga-eks-gafatar-dipaksa-pindah_663_382.jpg

FOTO: Proses evakuasi warga eks Gafatar di Desa Moton Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat, Selasa (19/1/2016)/ANTARA

JK, merupakan pelarian kelompok eks Gafatar di Kalimantan Timur. Ia mengaku bersama istri dan anaknya bergabung bersama Gafatar di Desa Kampung Mendung Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur.

Selama sebelas bulan, pria penjual minuman keliling ini ikut tinggal dan berbaur bersama warga eks Gafatar. Namun, kejanggalan-kejanggalan muncul. Apa yang disampaikan Gafatar ternyata tak sama dengan harapannya.

Beberapa ajaran yang ditanamkan kepada pengikut Gafatar, menurut JK bertentangan dengan agama Islam yang dianutnya. Sebab itu, ketika muncul seruan untuk menabung uang agar bisa membeli senjata dan berlatih militer, JK pun memutuskan lari bersama istri dan anaknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dua hari saya berjalan di dalam hutan untuk mencari pertolongan polisi. Dan kini mereka (anggota Gafatar) masih kerap mengintimidasai saya," kata JK.

Sejauh ini belum ada pernyataan sikap kepolisian terkait kesaksian JK soal aktivitas Gafatar dan rencananya tersebut. Pemerintah pun belum memberikan sinyal antisipasi dari kesaksian ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut