KTT Luar Biasa OKI, Apa Pentingnya Bagi Indonesia?
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
KTT Luar Biasa OKI itu digelar sebagai respons atas permintaan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Fokus bahasan, situasi darurat yang tengah dihadapi Palestina dan Al Quds Al Sharif.
Inti pertemuan akan digelar besok, 7 Maret 2016, dengan target menghasilkan resolusi dan Deklarasi Jakarta yang memuat komitmen pemimpin negara anggota OKI bagi perdamaian Palestina.
Di laman resmi panitia KTT LB OKI, dijelaskan bahwa situasi darurat yang dialami oleh Palestina dan Alquds Alsyarif adalah adanya pendudukan dan kebijakan apartheid Pemerintah Israel.
Usai pertemuan, Jokowi menjelaskan bahwa pertemuan dua pemimpin negara itu membahas hal-hal berkaitan dengan perbatasan, pemukiman ilegal, pengungsi Palestina yang ada di luar Palestina dan jumlahnya sekitar lima juta jiwa.
"Saya telah bertemu langsung dengan Presiden Abbas. Beliau sangat berterima kasih sekali atas dukungan Indonesia, baik dalam KTT ini maupun konsistensi kita yang terus memberikan dukungan penuh terhadap Palestina," ujar Presiden Jokowi di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu, 6 Maret 2016, malam.
Mengenai masalah yang terjadi di zona-zona yang dikuasai oleh Israel, Indonesia akan terus berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada kemerdekaan Palestina dan pembebasan Al-Quds Al-Sharif (Yerusalem).
"Kita mendukung penuh inisiatif yang akan dilakukan oleh Palestina International Conference. Saya berharap hasil KTT ini bisa dijadikan masukan yang konkret di mekanisme konferensi-konferensi selanjutnya. Indonesia akan terus ikut berpartisipasi dalam rangka memperjuangkan Palestina," tutur Presiden.
Two State Solution
Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi yang mendampingi Presiden Jokowi menjelaskan, pertemuan tersebut membahas mengenai dukungan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina, yang telah dan terus dilakukan baik melalui hubungan bilateral maupun dalam forum regional dan internasional.
“Presiden Jokowi akan menyampaikan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina sesuai dengan kerangka two state solution dan berbagai resolusi PBB yang relevan," kata Retno.
Â
Disampaikan Kemlu, dukungan telah, sedang, dan akan terus dilakukan Indonesia sebagai cerminan komitmen dukungan rakyat Indonesia bagi saudara-saudaranya di Palestina.
Â
Hasil pertemuan KTT Luar Biasa OKI yang kelima ini diharapkan bisa membantu Palestina menyelesaikan masalah mereka. (ren)