Ahok dan Geng Golf Pengatur Pangkat

Pelantikan PNS DKI di Monas oleh Ahok
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

Secara jujur saya katakan bahwa kadang-kadang selaku bawahan saya juga mengharapkan mendapatkan ucapan terima kasih dari pimpinan atas hasil kerja yang telah dikakukan, hal ini penting sebagai bekal semangat pelaksanaan tugas selanjutnya. Tetapi jika itu tidak ada tidaklah mengapa dan saya akan terus melaksanakan tugas berikutnya dengan semangat. Berbeda dengan tuduhan yang menjurus fitnah apalagi keluar dari mulut pimpinan adalah sesuatu yang SANGAT MENYAKITKAN
Dan lebih menyedihkan tuduhan dan fitnah itu keluar dari pimpinan yang sebenarnya saya berharap memberikan petunjuk, arahan, bimbingan, memotivasi, memberi semangat, dan itu dipertontonkan di muka jagat raya.
Apakah ini yg disebut BEKERJA DENGAN HATI?
Wallahu Khairul Makiriin

img_title Cara Beli Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia Vs Thailand, Ada Syarat Wajibnya

Rustam Effendi, Wali Kota Jakarta Utara

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya... Geng pejabat pengatur pangkat...

img_title Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka, Begini Perannya dalam Pengadaan Motor Listrik BGN

Geng Pejabat Pengatur Pangkat

Perang urat saraf antara Ahok dan Rustam, ternyata tak berakhir dengan pengakuan Ahok dan curahan hati Rustam di media sosial saja.

img_title Rocky Gerung Tak Takut Dikritik Usai Masuk Pemerintahan!

Ahok rupanya menyimpan amunisi untuk kembali menyerang Rustam, kali ini, Ahok membongkar sebuah tradisi atau kebiasaan yang dilakukan Rustam. Memang bukan tradisi yang menjurus pada perbuatan menyimpang, tapi justru kebiasaan yang menyehatkan tubuh, yakni bermain golf.  Tapi, bukan tentang aktivitas olah raga yang dilakukan Rustam itu yang diungkapkan Ahok ke publik.

Ahok menguak sebuah aktivitas perkumpulan pejabat DKI pemain golf yang dijulukinya dengan julukan 'Geng Golf', meski tak resmi, tapi ternyata sindikasi geng itu, menciptakan sebuah kesenjangan dan diskriminasi di kalangan pejabat dan PNS. Sebab, perkumpulan itu dapat mengatur naik tidaknya pangkat dan jabatan pejabat  dan PNS.

"Jangan harap naik pangkat kalau enggak bisa main golf di Jakarta," kata Ahok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ahok mengatakan, masuknya seorang PNS DKI ke geng itu, bisa menjadi penentu seseorang menjadi pejabat eselon II atau eselon I.

Ahok bahkan berani menyebutkan dua nama pejabat yang pernah menjadi 'korban' geng itu. Kedua pejabat itu masing-masing, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI, Heru Budi Hartono dan Sekretaris Daerah DKI, Saefullah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut