'Ide Gila', Virtual Reality untuk Terapi Trauma
- University of Southern California, Amerika Serikat
Dari rangkaian penggunaan VR tersebut, semuanya merevolusi bidang masing-masing. Mulai dari bagaimana menikmati game sampai menonton konten “syur”.
Namun ternyata, penerapan VR makin meluas dan nyata. Tak hanya untuk industri hiburan dan pelatihan, VR tak dinyana telah dimanfaatkan untuk terapi para penderita trauma. Penerapan ini memang tak sepopuler dari penerapan VR di bidang game atau film.
Para korban aksi teror, peperangan, tindakan kekerasan hingga insiden berdarah lainnya, kadang punya trauma yang mendalam. Dampak trauma tersebut membuat seseorang sangat takut mengingat, berbicara, dan melihat apa yang berkaitan dengan peristiwa yang dialami tersebut. Hal yang mengkhawatirkan, kadang penderita trauma itu tidak kuat untuk mengatasi rasa trauma tersebut.
Dalam hal trauma, dikenal istilah Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Kelainan ini merupakan gangguan stres usai trauma. PTSD merupakan gangguan kejiwaan yang sangat berat, karena biasanya penderita mengalami gangguan jiwa yang mengganggu kehidupannya.
Selain PTSD, ada Post Traumatic Sympton (PTS). Jenis trauma kedua ini tergolong tidak seberat PTSD.
Nah, terlihat agak tak populer, tapi penerapan VR bagi penderita trauma itu memang sangat penting. Untungnya, para peneliti telah mengembangkan terapi berbasis VR bagi penderita trauma.
Direktur Medical Virtual Reality, Institute for Creative Technologies di University of Southern California, Amerika Serikat, Albert Skip Rizzo mengatakan, sejak 1990-an VR telah dipakai untuk menyembuhkan PTSD.
Rizzo mengakui saat itu perkembangan hardware yang mendukung VR masih terbilang belum semasif saat ini, sehingga belum begitu menjanjikan.
"Teknologi itu (saat itu) memang kurang bagus, tapi beberapa peneliti tetap menjalankan (riset)," ujar Rizzo kepada PC Authority, dikutip Senin 30 Mei 2016.
Rizzo mengaku, terapi berbasis VR yang dipakai timnya telah terbukti bagus. Bahkan, ujarnya, dalam beberapa kasus menunjukkan hasil yang lebih baik.
"Sudah beberapa pasien kami yang mencoba dengan pendekatan tradisional ternyata tak ada manfaat, kemudian saat menjalani program ini menunjukkan ada manfaat," tuturnya.
Dari Tentara ke Korban Teror
Penerapan teknologi VR sudah dipakai untuk membantu mengobati pasien PTSD. Pada beberapa dekade lalu, terapi VR dipakai untuk merawat pasien PTSD dari kalangan tentara. Tapi kini, terapi alternatif itu diuji pada korban serangan teror Gedung World Trade Center (WTC) di New York, AS pada 2001.