Menanti Sidang Isbat Lebaran

Suasana sidang Isbat penentuan awal Ramadan di Kementerian Agama/Ilustrasi.
Sumber :
  • Danar Dono/ VIVA.co.id

Lukman menekankan, demi akurasi pemantauan Kemenag akan menurunkan sejumlah pemantau hilal Syawal di seluruh provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari petugas Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota yang bekerjasama dengan Pengadilan Agama dan ormas Islam serta instansi terkait setempat.

img_title MUI Singgung Hukum Haram Umumkan Lebaran Selain Pemerintah

"Jadi ini bukan orang sembarangan, orang yang sudah biasa, memiliki kualifikasi kriteria tertentu untuk melakukan pekerjaan yang spesial ini dan mereka disumpah kesaksiannya apakah mereka melihat atau tidak melihat hilal itu. Tentu dengan penuh tanggung jawab," kata Lukman Hakim Saifuddin di Ruang VVIP, Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta Selatan, Sabtu, 2 Juli 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Mahfudh Shodar, menjelaskan tim astronomi Kemenag akan melaksanakan pemantauan hilal untuk menentukan 1 Syawal 1437 Hijriah secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Jatim, pada Senin, 4 Juli 2016.

img_title Sidang Isbat Putuskan 1 Syawal 1447 H Jatuh Pada Hari Sabtu 21 Maret 2026

Di Jatim, kata Mahfudh, tim rukyatul hilal akan disebar di 19 titik. Di antaranya di Tanjung Kodok, Lamongan, Bangkalan, Bojonegoro, dan di Ngliyep, Malang. "Di Kemenag diperintahkan untuk melakukan rukyat pada tanggal 4 Juli 2016," ujarnya.
Diperkirakan, pada hari pemantauan, hilal berada di ketinggian 0,55 derajat di atas ufuk. Besoknya, pada 5 Juni, diperkirakan posisi hilal tiga derajat di atas ufuk, bahkan ada yang ketinggian tujuh. Jika pengamatan demikian, 1 Syawal diperkirakan jatuh pada Rabu, 6 Juli 2016.

Berdasarkan hisab Ramadan, tahun ini genap 30 hari. Artinya, kendati pada Selasa, 5 Juli 2016, seandainya hilal tidak terlihat karena terhalang mendung atau awan, 1 Syawal jatuh pada keesokan harinya.

img_title Nyepi Bertepatan Ramadhan, Menag Nasaruddin Umar: Ini Pengingat Kita Satu Bumi, Satu Keluarga


"Karena Ramadan itu tidak ada sampai 31 hari, yang ada 29 hari atau genap 30 hari," ujar Mahfudh Shodar. "Insya Allah hari Rabu. Saya tidak mau memastikan, dalam Islam tidak boleh memastikan yang belum terjadi," katanya menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, sidang isbat untuk menentukan kapan awal Ramadan dan awal Syawal menjadi sidang yang dinanti. Dengan 191 titik pemantauan yang tersebar di seluruh Indonesia dan pengamat yang sudah terjamin kualifikasinya, maka Kemenag akan memiliki pertimbangan yang lebih komprehensif sebelum mengambil keputusan kapan tanggal 1 Syawal.

Sidang isbat akan dilakukan tertutup sehingga hanya mereka yang berada di dalam ruang sidang yang akan mengetahui perhitungannya. Kemenag memastikan akan menggelar konferensi pers setelah sidang isbat dilakukan. Namun jika perhitungan Mahfudh Shodar benar, maka 1 Syawal yang akan ditetapkan pemerintah bisa jadi sama dengan keputusan Muhammadiyah. Artinya, umat Islam di Indonesia, seperti memulai awal Ramadan, juga bisa berlebaran dengan serentak. Semoga.

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin

Tindak Lanjut Hak Belajar Anak Hamalatul Quran Sukoharjo, Ini Jawaban Kemenag

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin sebut akan kawal pemulihan hak belajar anak-anak Rumah Tahfiz Hamalatul Quran di Sukoharjo, Jawa Tengah

img_title
VIVA.co.id
2 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut