Cegah 'Mudik Horor' saat Arus Balik
- ANTARA/M Agung Rajasa
Tol Brebes belum siap?
Meski terbilang baru beroperasi dan sudah digunakan untuk musim mudik Lebaran 2016, Tol Brebes dinilai belum sepenuhnya bisa dioperasikan. Hal itu terlihat dipaksakan, melihat dari tak adanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di tol tersebut, serta berbagai fasilitas penunjang sebuah tol pada umumnya.
Hal itu bahkan disampaikan langsung Ketua DPR Ade Komarudin. Dia mengkritik, hal itulah yang memperparah keadaan, di mana banyak pemudik kehabisan bahan bakar, mendorong kendaraan, hingga berbagai kejadian yang di luar nalar. Maka itu, dia berharap harus ada upaya evaluasi menyeluruh terhadap pengelola jalan tol. Di mana, diperlukan sistem baru agar kejadian macet horor di Brebes tak terulang di kemudian hari.
"Belum ada SPBU, rest area. (Bensin) per liter Rp50 ribu, (suasana) kotor banget," kata Ade.
Politikus Partai Golkar itu juga berharap, kemacetan pada saat arus balik tidak terjadi separah arus mudik. Dia mengakui banyak hal harus dievaluasi, termasuk kemungkinan menggunakan teknologi seperti e-toll. "Pengelola jalan tol harus tanggung jawab. Sistemnya harus diperbaiki," kata dia.
Ade mengingatkan, mudik tahun 2016 ini merupakan pengalaman. Untuk ke depan, dia berharap kasus serupa tak terulang lagi. "Kalau Pemalang jadi, makanya di Pemalang nanti macet. Volumenya (kendaraan) juga banyak, SPBU belum ada. Ya memang dadakan. Baru kelar sudah langsung dipakai," kata dia.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo meminta maaf atas terjadinya musibah pada saat kemacetan di jalur Pantura khususnya di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
"Saya Mendagri atas nama pemerintah menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat yang mudik khususnya pada keluarga yang tertimpa musibah," kata Tjahjo, Sabtu, 9 Juli 2016.
Menurutnya, pemerintah telah berusaha secara maksimal mempercepat pembuatan jalan tol dan perbaikan jalan agar memudahkan masyarakat untuk mudik melalui jalan darat. Namun, kata dia, memang selalu ada hal yang tidak bisa diprediksi.
"Adanya musibah dan masih adanya kurang nyaman dalam perjalanan menjadi evaluasi kami pemerintah khususnya Kemendagri. Sekali lagi sebagai Mendagri, kami mohon maaf," kata Politikus PDI Perjuangan tersebut.