Aparat Indonesia 'Takut' Monster Pokemon
- VIVA.co.id/Agus Rahmat
Dia menyebut bahwa hampir semua orang menggunakan ponsel dan aplikasi di dalamnya berpotensi untuk bisa dilacak oleh intelijen.
Fahmi sendiri tidak menampik, jika kemungkinan besar game tersebut, dengan teknologi geospasialnya, bisa menjadi jalan masuk bagi intelijen untuk mengumpulkan data penting. Namun, menurut Abah, meski tidak membantah, dia mengatakan, Google telah melacak para penggunanya selama bertahun-tahun, namun tetap saja aplikasi itu digunakan oleh masyarakat.
“Kalau kita, orang biasa, buat apa data kita dipakai intel? Kalau ada orang intel, atau orang penting, kemudian mereka menggunakan smartphone untuk bermain game, padahal smartphone itu untuk tugas intelijennya, maka mereka adalah intel paling goblok sedunia. Tapi saya rasa, tidak ada intel seperti itu, karena semua ada SOP (standard operating procedure)-nya,” ujarnya dalam sambungan telepon kepada VIVA.co.id.
Malah Abah menganggap, isu keamanan ini hanya digembar-gemborkan para pesaing Pokemon Go, demi kepentingan bisnis semata.
Selanjutnya...
Aman bermain Pokemon Go
Kalimat Abah ini bisa jadi mungkin. Sebab, aplikasi digital yang naik daun ini kerap dituding merusak pasar, mengancam keamanan negara, dan lainnya. Lihat saja kejadian yang menimpa ojek online, atau aplikasi ride sharing lain macam Gojek, Uber, atau Grab.
Di era kemunculannya, banyak pertentangan, karena dianggap akan menjual data-data pengguna ke pihak ketiga dan intelijen.
Lalu, apakah dengan kepanikan ini, kemudian pengguna harus berhenti bermain game Pokemon? Seorang wanita gamers mengaku tidak terpengaruh dengan semua isu tersebut. Dia yakin, semua game memiliki risiko. Bahkan, Pokemon Go sekali pun. Apalagi, jika trainer (pemain game Pokemon Go) sampai kecanduan.
“Kalau sudah kecanduan, mereka bisa lupa tempat, di tempat bahaya pun bisa dikejar, tanpa peduli keselamatan, demi menangkap Pokemon,” ujar gamers tersebut, yang tergabung dalam NXA Ladies, sebuah tim gamers yang terdiri dari para wanita, sub tim dari Nixia Gamers.
Wanita gamers lainnya, Sylvia mengatakan, ada beberapa fitur yang bisa dinonaktifkan jika ingin lokasi tidak bisa dilacak.
“Untuk tracking di smartphone kita bisa diakali dengan mock location, atau fake location. Kalau pakai itu, lokasi kita bisa tidak diketahui. Itu semua ada di PlayStore (berisiko terpapar virus). Lalu, ada high accuration juga. Kalau bisa jangan pakai itu, pakai saja yang rendah (low accuration),” jelas Sylvia.