Mudik Idul Adha di Luar Prediksi
- ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Melihat volume kendaraan tidak melonjak tinggi, Kementerian Perhubungan mencabut surat edaran yang melarang truk pengangkut barang melintas selama libur panjang Idul Adha mulai 9 hingga 12 September 2016. Pencabutan larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Perhubungan Darat Nomor SE.16/AJ.201/DRJD/2016.Â
Disebutkan dalam surat edaran yang diterima VIVA.co.id, Sabtu, 10 September 2016, Kemenhub membatalkan pelarangan tersebut setelah melakukan pemantauan kondisi arus lalu lintas di lapangan.
"Memperhatikan hasil monitoring dan evaluasi serta koordinasi, kondisi arus lalu lintas pada libur Idul Adha 2016/1437 H yang dipantau pada tanggal 9 September 2016 sampai dengan saat ini, diperoleh bahwa situasi arus lalu lintas dalam keadaan terkendali dan tidak menunjukkan adanya peningkatan volume arus kendaraan yang signifikan," demikian pernyataan surat edaran tersebut yang ditandatangani Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Pudji Hartanto Iskandar.
Lalu Lintas Arus Balik Normal
Pada arus balik mulai Minggu, 11 September 2016, data PT Jasa Marga menunjukkan tak ada peningkatan jumlah kendaraan yang melintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek ke arah Jakarta. Bahkan cenderung menurun jumlahnya, jika dibandingkan dengan arus mudik.
"Jadi sesuai data kami, volume lalu lintas pada Minggu (11 September 2016) di Gerbang Tol Cikarang utama, untuk kendaraan dari arah Jakarta menuju ke Cikampek hanya naik 2 persen yaitu 49.695 kendaraan dari jumlah normalnya 48.637. Sedangkan arah sebaliknya, hanya ada sebanyak 45.139 kendaraan. Padahal lalu lintas normalnya sebanyak 71.828 kendaraan," jelas Iwan, Senin, 12 September 2016.
Melihat kondisi itu, PT Jasa Marga tetap mewaspadai potensi lonjakan kendaraan. Sebab, kata Iwan, jumlah kendaraan pada arus mudik lalu masih banyak yang belum kembali. "Sesuai data pada puncak arus mudik kemarin, kami prediksi hari ini hingga malam hari akan melintas sebanyak 98 ribu kendaraan milik masyarakat yang selesai berlibur, karena kemarin kan pas berangkat itu dua hari berturut-turut sampai 99 ribu kendaraan melintas."
Untuk berjaga-jaga pihaknya juga menyiapkan sejumlah strategi. Yaitu membuka gardu tol tambahan di Cikarang Utama, sehingga yang dioperasikan menjadi 25 gardu dari biasanya hanya 13 gardu. Serta memanfaatkan Gerbang Tol Otomatis untuk transaksi tunai.