Duel Hillary versus Trump di Panggung Debat
- REUTERS/Lucy Nicholson
Sementara itu kubu Trump juga melakukan serangan yang sama. Salah satu manajer kampanyenya, Kellyanne Conway, meragukan kredibilitas Clinton. Dia menilai kata-kata Clinton tidak bisa dipercaya. “Hubungan tipis Hillary Clinton dengan kebenaran sudah diketahui banyak orang Amerika. Saya yakin kita bakal menyaksikannya pada debat nanti,” ujarnya. Menurutnya, Clinton bermasalah dengan kejujuran. “Kalian tahu, menghadapi Clinton, kejujurannya selalu dipertanyakan,” ujar Conway.
Selama masa kampanye, kedua kandidat juga kerap melemparkan kalimat tajam yang saling menyerang. Clinton, yang kini berusia 68 tahun, kerap mengatakan Trump sebagai seorang temperamental dan tidak layak untuk Gedung Putih. Sedangkan Trump, berulangkali menyebut Clinton sebagai "crooky Hillary," alias "si bengkok Hillary."
Menurut Reuters, Senin, 26 September 2016, Trump selama ini mendominasi perdebatan di Partai Republik dengan serangan kilat. Namun ia tidak memiliki pengalaman untuk mengatur kemampuan dalam debat one-on-one. Debat ini membutuhkan kemampuan mengatur dan menguasai diri, juga kemampuan membahas masalah secara mendalam.
Sementara Clinton sangat berpengalaman dalam debat one-on-one. Ia pernah melakukan debat di panggung nasional bersama Barack Obama dalam persaingan untuk menjadi kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat pada tahun 2008. Dan awal tahun ini, ia kembali melakukan hal yang sama dengan Senator Bernie Sanders saat pemilihan kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat awal tahun ini.
Pengamat politik dari Universitas George Washington, Matthew Dallek, menganggap debat ini akan menjadi hal yang sangat penting. "Saat ini, elektabilitas kedua capres lebih berimbang dari yang diperkirakan semula oleh banyak orang, jadi perdebatan ini sangat penting bagi kedua capres," katanya seperti dikutip dari VOA, Senin, 26 September 2016.
Saling Serang
Perdebatan Clinton dan Trump mungkin juga akan menjadi perdebatan kandidat paling seru. Jelang acara ini, kedua kubu juga sudah saling serang, bukan soal program atau hal yang akan mereka lakukan saat menjabat sebagai Presiden AS mendatang. Tapi perdebatan juga mengarah pada hal personal untuk saling menjatuhkan.
Diberitakan oleh BBC, Trump, pengusaha properti berusia 70 tahun itu terpancing emosi saat Mark Cuban, seorang jutawan yang juga pengecam kerasnya mengatakan kubu Clinton telah memberi kursi untuknya dibarisan depan. Melalui akun Twitternya Trump mengancam akan mengundang Gennifer Flowers untuk duduk dibarisan depan dalam debat dengan Hillary.