Kritik Jokowi di Hari Menabung
- Kris - Biro Pers Setpres
Menurut Jokowi, hal itu sering dikeluhkan oleh masyarakat, sehingga enggan menabung di bank, karena uang yang disimpan dapat terkikis setiap bulannya untuk biaya administrasi.
Dia menginstruksikan, otoritas terkait memperhatikan permasalahan ini. Sehingga, masyarakat yang notabennya nasabah merasa nyaman dengan salah satu layanan keuangan yang saat ini paling mudah di akses di Indonesia itu.Â
"Saya titip kepada seluruh pimpinan bank, saya melihat masih ada keluhan, adalah masalah yang berkaitan dengan biaya tabungan," kata Jokowi kepada seluruh petinggi bank yang hadir dalam acara tersebut.Â
Menanggapi hal tersebut, Muliaman menegaskan, perbankan siap untuk menjalankan instruksi presiden tersebut. Bahkan, ada tabungan yang tidak mengenakan biaya administrasi, yaitu Simpanan Pelajar (Simpel), setoran minimumnya pun terjangkau sebesar Rp5.000.Â
"Tadi saya sudah jelaskan ke beliau. Jadi sudah menjawab tapi belum semua produk," ungkapnya. Â
Menabung tak harus di bank
OJK menegaskan, koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan sedang dilakukan untuk mencanangkan gerakan ayo menabung. Hal prinsip yang dilakukan ada mengubah pemikiran masyarakat bahwa menabung itu bisa dilakukan tidak hanya melalui perbankan.
Beberapa upaya yang dilakukan adalah, pembentukan tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD), penyediaan layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (LAKU PANDAI), dan pembiayaan bagi sektor prioritas diantaranya sektor perikanan, kelautan, pariwisata dan pangan.Â
Kemudian, menyediakan investasi dalam bentuk reksa dana murah dengan investasi awal Rp 100 ribu, penyediaan layanan keuangan mikro dan asuransi mikro. Berbagai program itu diiringi dengan program peningkatan literasi keuangan di berbagai lapisan keuangan. Mulai dari pelajar, ibu rumah tangga hingga UMKM.Â
Bahkan selama Oktober 2015, OJK bekerja sama dengan industri jawa keuangan, melaksanakan bulan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.Â
Hasilnya, tercatat adanya pembukaan rekening baru selama bulan Oktober 2016 di seluruh industri jasa keuangan yaitu sebanyak 3.546.477 rekening baru. Terdiri dari pembukaan rekening dana pihak ketiga sebanyak 3.388.267 rekening, polis asuransi 12.482, dan rekening investasi pada pasar modal 14.880 rekening. Â
Selanjutnya, rekening pada Dana Pensiun sebanyak 665 rekening, rekening pembiayaan sebanyak 14.321 rekening, dan rekening tabungan emas sebanyak 115.862 rekening.Â