Ujian Nasional Dihapus Sesuai dengan Nawacita?
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
VIVA.co.id – Ujian nasional dihapus. Kalimat ini muncul mengejutkan di pengujung tahun 2016 di bawah kepemimpinan Muhadjir Effendy. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang yang baru empat bulan menjabat usai menggeser Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini akhirnya membuat publik bereaksi.
Bahkan ulahnya itu konon juga membuat Anies Baswedan yang kini memilih ikut bertarung di Pilkada DKI 2017 sebagai Gubernur juga ikut tersikut untuk mengomentari. Namun benarkah ini, konsep Muhadjir utuh? Dan sesungguhnya apa konsep di balik penghapusan itu?
Dua tahun lalu, tepatnya sebelum Joko Widodo dan Jusuf Kalla mencalonkan diri sebagai presiden dan wakil, ide penghapusan ujian nasional atau UN ini memang sudah ada di keduanya. Karena itulah kemudian dituangkan dalam Nawacita atau sembilan agenda prioritas Jokowi-JK usai dilantik menjadi presiden dan wakil presiden pada Oktober 2014.
Konsep ini bisa dibaca jelas dalam agenda kedelapan dalam Nawacita yang menekankan pada revolusi karakter bangsa. Wujudnya dijabarkan dalam bentuk kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan (civic education), yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta tanah air, semangat membela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
![]()
FOTO: Ilustrasi/Masa kampanye pasangan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014
"Kami tidak akan memberlakukan lagi model penyeragaman dalam pendidikan nasional, termasuk di dalamnya ujian akhir nasional," begitu tulis Nawacita Jokowi-JK seperti dikutip dalam laman KPU di www.kpu.go.id
Ya, singkatnya, penghapusan ujian nasional memang sudah dirancang sejak awal dan itu memang sudah menjadi prioritas Jokowi-JK. Dan konon, sebab itu juga mengapa Anies Baswedan kemudian dicopot jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Salah satu poin pentingnya adalah, Anies belum berani mengambil sikap tegas untuk menghapus Ujian Nasional dan segala praktik dugaan korupsi di balik itu. Anies faktanya hanya mampu menyulap Ujian Nasional dengan tidak mengedepankan “risiko” kelulusan.
"UN tidak lagi menentukan kelulusan. Tidak perlu khawatir. Kedepankan kejujuran," kata Anies dalam konferensi pers menjelang UN serentak di Indonesia pada Jumat, 1 April 2016.