Peta Bencana Usai Jurang Banda
- Dok. Danny Hilman LIPI
VIVA.co.id – Tim ilmuwan Australia mengumumkan adanya jurang sedalam tujuh kilometer di perairan Banda, Indonesia bagian timur.  Jurang yang disebut dengan Banda Detachment itu terletak di salah satu titik terdalam lautan di Bumi, Palung Banda.
Peneliti berteori Banda Detachment di Palung Banda itu terbentuk oleh perluasan dari aktivitas patahan terbesar di Bumi. Patahan yang dimaksud yaitu patahan normal dengan sudut rendah di atas wilayah Banda. Patahan (fault) merupakan suatu gejala adanya pergeseran lapisan batuan akibat gaya geologi.
Jurang ini begitu istimewa. Peneliti mengatakan, Banda Detachment itu menunjukkan potongan kerak yang lebih besar dari negara Belgia ataupun Tasmania dengan terkoyak oleh patahan dengan ukuran sepanjang 120 kilometer dan 450 kilometer.
Untuk membuktikan adanya jurang dalam tersebut, tim peneliti menganalisis peta resolusi tinggi dari dasar Laut Banda. Dari analisis yang dilakukan peneliti Australian National University dan geolog Department of Earth Sciences Royal Holloway University of London, tim menemukan batuan yang menjadi lantai Laut Banda dipotong oleh ratusan kelurusan akibat aktivitas patahan.
Temuan tersebut menjadi hal berharga, sebab menjadi bekal informasi bagi ilmuwan untuk mengetahui bagaimana bisa terbentuk jurang di bawah permukaan darat. Selain itu, mengingat jurang tersebut terletak pada zona patahan yang terbentuk dari tumbukan lempeng raksasa (megathrust) Australia dan Asia, maka dipandang punya dampak atas potensi gempa dan tsunami besar.Â
Peneliti utama dari Australia National University (ANU), Jonathan Pownall, mengatakan, penemuan jurang sedalam tujuh kilometer tersebut akan memberikan prediksi bagi peneliti atas bahaya tsunami di sekitarnya di masa depan.
Sejatinya Banda Detachment itu sudah diketahui sejak hampir seabad lalu. Namun sejauh ini, belum ada yang bisa mengatakan atau memperkirakan berapa dalam jurang tersebut.Â
"Jurang ini sudah ditemukan selama 90 tahun terakhir, tapi sampai sekarang belum ada yang bisa menjelaskan bagaimana jurang tersebut seberapa dalamnya," ucap Pownall dikutip dari Daily Mail.Â
Zona sangat aktif
Peneliti geologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman Natawidjaja, mengatakan, sudah menyadari potensi bencana dari jurang akibat patahan Banda tersebut. Temuan tim ilmuwan Australia, bagi dia, makin menguatkan apa yang selama ini diyakini peneliti Indonesia.Â