Magnet 'Om Telolet Om' Menembus Dunia

Hardwell Ikut Demam 'Om Telolet Om'
Sumber :
  • instagram.com/hardwell

"Perkembangan saat ini di era pascamodernitas ada tiga hal yang terjadi dalam fenomena sosial. Satu terjadi konsumsi budaya terus menerus, kemudian kedua dengan teknologi informasi bentuk komunikasi yang luar biasa tidak bisa dicegah, dan ketiga adalah permainan media massa. Salah satunya adalah itu tadi, Telolet itu jadi booming karena itu diupdate di media sosial," ujar antropolog Agus Maladi Irianto.

img_title Dituding Lecehkan Anak Kecil, Gus Elham Yahya Sebut Itu Fitnah: Menghujat Tidak Membuat Kita Lebih Hebat

Menariknya, fenomena ini berkembang dalam banyak mode. Awalnya hanya menunggu di tepi jalan tapi kini bisa ekstrem mengejar bus dengan sepeda motor bahkan mobil di jalan tol.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dulu hanya di pinggir jalan saja sambil merekam, konon katanya 6 tahun lalu di Jawa Timur. Kedua mereka tak hanya merekam tapi memburu suaranya, bagaimana mendapat suara yang lebih eksotis dari bus tersebut, dan kemudian memburu gambar yang saya dengar sampai ke jalan tol yang mana sangat berbahaya tapi ditangkap sebagai fenomena yang luar biasa," tambahnya.  

img_title Berawal dari Video Viral di Medsos, Begini Perjalanan Karier Mpok Alpa di Dunia Hiburan

Varian Klakson yang Bikin Heboh

Tak seperti klakson standar pada umumnya yang hanya berbunyi, 'tintin', klakson yang diburu para penikmat fenomena ini beragam bunyinya. Telolet adalah bunyi yang paling populer yang tentunya merupakan hasil modifikasi klakson untuk kendaraan besar seperti bus dan truk.

img_title Edwin Super Bejo Viral Usai Pikul Gerobak Roti di Pasar, Ini Kisah di Baliknya

Seorang perakit klakson terkenal di Jepara, Jawa Tengah, Jalil, menuturkan, bahan yang digunakan untuk merakit klakson ini biasanya dibeli dari toko kemudian ia akan merangkainya sendiri di rumah. "Kalau dari toko asli suaranya enggak bisa bagus," katanya.

Ia menambahkan, harga untuk klakson modifikasi ini bervariasi. Ada yang 500 ribuan hingga lebih dari satu juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau orang Jepara saya pasangin, kalau bus jauh kayak Jakarta dan Bandung tak (saya) pantau saja," ujar pria yang juga masih berprofesi sebagai sopir bus ini.

Bunyi klakson yang variatif diakuinya memang sangat diminati para sopir. Selain untuk memberi kewaspadaan bagi pengguna jalan lainnya, bunyi klakson yang nyaring dan beragam bisa membuat para sopir sendiri lebih terjaga, apalagi ketika berkendara di malam hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut