Meredam Teror

Ilustrasi/Densus 88 menangkap terduga teroris di Solo beberapa waktu lalu
Sumber :
  • VIVAnews/Fajar Sodiq

Tak cuma itu, puluhan orang yang terindikasi akan berbuat teror juga berhasil digulung oleh aparat. Daftarnya pun tidak sedikit.

img_title Arab Saudi Bantah Ada Bom Bunuh Diri di Masjidil Haram, Benarkan Pria Ditangkap

Terlepas dari sisi persepsi ‘buruk’ sebagian orang terkait penangkapan para terduga teroris oleh Densus 88 Antiteror, saat ini Indonesia relatif terkendali dibanding negara lain di dunia yang kelabakan ketika bom meledak, dan memakan korban jiwa yang tidak sedikit dan berulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas itu, wajar kemudian jika ada anggapan bahwa pelaku teror di Indonesia kini mulai frustrasi untuk bergerak. Indikasinya, seperti yang dipaparkan pengamat terorisme Indonesia yang juga mantan instruktur bom Jemaah Islamiyah Wakalah Jawa Timur, Ali Fauzi Manzi, yakni adanya kecerobohan para kelompok teroris.

img_title Balasan Menohok Presiden Iran Usai Dituding Pendukung Terorisme oleh Trump: Kami Korban Terorisme!

"Polisi kini sangat mudah melacak dan aksi teror berhasil dicegah," kata adik kandung dari bomber Bali tersebut.

Lalu, apa tindakan konkret yang bisa dilakukan militer dan pemerintah saat ini untuk membendung aksi terorisme di Indonesia yang seolah seperti jamur di musim hujan? Hingga kini secara kebijakan, Rancangan Undang Undang Terorisme masih terus dalam penggodokan masif DPR.

img_title Bantah Tudingan Sarang Terorisme Global, Taliban Mau Normalisasi Hubungan dengan AS

FOTO: Tim Densus 88 melakukan penangkapan terhadap terduga teroris

Rencananya, UU baru ini akan lebih memberikan gerak dan ruang untuk memberantas beragam tindakan terorisme di Indonesia. Meski masih dalam debat pro dan kontra, kini ada langkah yang lebih maju yakni telah terbentuknya komitmen bersama seluruh penegak hukum yang digawangi oleh Badan Intelijen Negara (BIN) bersama seluruh lembaga penegak hukum soal terorisme.

Dan kemudian penguatan program deradikalisasi kepada seluruh orang yang pernah terlibat aksi teror. Lalu terakhir, langkah di luar kebijakan yakni membuat pagar awal dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, bahwa aksi teror adalah tindakan merugikan dan patut dikecam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang paling penting bagaimana mengimunisasi warga masyarakat (yang rawan) dari ideologi radikal agar mereka kebal," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian beberapa waktu lalu.

Lalu cukupkah ini? Jelas ini menjadi tantangan besar seluruh orang di Indonesia. "Yang terpenting untuk mencegah terjadinya aksi teroris adalah dengan memastikan konflik antaragama tidak terjadi lagi di Indonesia," kata pengamat terorisme yang juga Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) Sidney Jones beberapa waktu lalu.

Ilustrasi Terorisme

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Jabar hingga Maluku Utara, Begini Peran-perannya

Densus 88 Antiteror Polri menangkap 11 tersangka dugaan terorisme dalam rangkaian kegiatan penegakan hukum yang dilaksanakan di enam provinsi sejak Jumat (2/10/2026).

img_title
VIVA.co.id
4 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut