Pasar Senen, dari VOC hingga Rentetan Kebakaran
- ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
VIVA.co.id – Dalam perjalanan usia ke-282, kebakaran besar melanda Pasar Senen, Jakarta Pusat. Tercatat ada sekitar 1.000 kios yang hangus dilalap si jago merah.
Lebih dari 15 jam api berkobar menghanguskan pasar yang dibangun pemerintahan VOC pada 30 Agustus 1735 itu. Ratusan petugas pemadam kebakaran dan 57 mobil pemadam sudah dikerahkan ke lokasi.
Pasar tertua di Jakarta ini terbakar hebat sejak pukul 04.00 WIB, Kamis, 19 Januari 2017. Memang, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tapi sebagian besar pasar dan isinya tak terselamatkan.
DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mencatat, kerugian materi akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp101,2 miliar. Angka itu didapat dari pencatatan saat api masih berkobar.
"Namun, kami pastikan bahwa kerugian yang timbul tidak kecil dan masih bisa bertambah sampai api benar benar bisa dipadamkan," ujar Ketum DPP Ikappi, Abdullah Mansuri di Jakarta, Kamis 19 Januari 2017.
Sebenarnya, pasar yang dahulu kala bernama Pasar Snees ini, sudah delapan kali mengalami kebakaran. Dimulai dari kebakaran pada 1974. Tapi, hanya tiga peristiwa kebakaran yang dampak kerugiannya dinilai paling besar.
Seperti kebakaran besar Pasar Senen yang terjadi 26 April 2014. "Belum lekang dalam ingatan kita terjadi kebakaran besar di wilayah yang sama di Pasar Senen Blok III yang menghanguskan kurang lebih 3.000 kios," kata Abdullah.
Dan, kebakaran besar Maret 2010, yang menyebabkan 250 kios pedagang di lantai I, Blok VI hangus, dengan total kerugian mencapai Rp8,5 miliar. Serta kebakaran di Pasar Senen yang terjadi kemarin.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengetahui faktor yang menjadi penyebab kebakaran Pasar Senen, Jakarta Pusat menjadi besar.
Berdasarkan pengetahuannya, di pasar itu ada sebuah kebiasaan yang secara tak sadar dilakukan pedagang. Menurut Ahok, pedagang di Blok I dan II, mayoritas menjual pakaian dan memiliki kebiasaan menyewa lebih dari satu kios. Kios utama dipakai berjualan. Sementara itu, kios-kios lain, difungsikan sebagai gudang.
Ahok berpandangan kondisi itu berbahaya. Kebakaran hari ini saja, hanya berawal dari satu kios di salah satu lantai. Namun, hingga siang, api merembet hingga menghanguskan hampir semua kios. Ahok mengatakan, tumpukan barang di kios-kios yang difungsikan sebagai gudang adalah penyebab api cepat merembet. Hal itu memicu kebakaran hebat.