Selamat Datang Donald Trump, Era Baru Amerika
- REUTERS/Brendan McDermid
Problemnya, latar belakang Trump adalah pebisnis. Kekhawatiran bahwa Trump akan mencampuradukkan antara bisnis dengan posisinya sebagai Presiden AS sempat meruak. Namun, Trump berusaha menepis kekhawatiran itu dengan berjanji, ia akan melepas seluruh bisnisnya selama menjalani tugas sebagai eksekutif.
Sikap yang sama disampaikan oleh Ivanka Trump, anak perempuan Trump yang selama ini juga terlibat penuh dalam bisnis Trump. Seperti ayahnya, Ivanka mengatakan, ia dan Jared Kushner, suaminya, akan total melepaskan bisnis.
Tapi niat Trump dan Ivanka diragukan. Peneliti senior Hoover Institution dari Stanford University, Niall Ferguson mengatakan, sebagai seorang oligarkis, Trump sudah menunjukkan tanda-tanda bakal mencampuradukkan kepentingan bisnis dengan posisinya sebagai pejabat negara.
"Sekali pun Trump menyatakan prioritas pertamanya adalah menjadi Presiden Amerika Serikat, dan dia berjanji tidak akan mengurusi kelompok bisnisnya. Tetapi, saya melihat Trump orang yang sangat bernafsu membangun dinasti," ujarnya.
Ferguson, bahkan meramalkan, jika Trump tak menepati ucapannya untuk menjaga jarak dengan bisnis, ia berpotensi dilengserkan.
Trump, kini resmi menjadi orang pertama di sebuah negara adi daya. Ia punya mimpi besar untuk menyulap dunia, dan segudang pekerjaan rumah menantinya. Bagaimana pun, kebijakan Amerika untuk dalam maupun luar negeri akan membawa pengaruh besar di seluruh dunia.
Segala ucapan Trump yang pernah disampaikan pada masa kampanye kini ditunggu. Warga dunia, dari Asia hingga Afrika, berdebar menunggu warna Amerika ditangan miliuner properti itu.
Seperti disampaikan Suzie Sudarman, negara kaya acap lupa bahwa tidak bisa menyulap dunia. “Keadilan harus cepat diwujudkan. Baik yang konservatif maupun yang liberal, sama tidak mampunya mengalihkan ke arah ini. Perlu pembaharuan dari liberalisme AS, tetapi bukan dengan ilusi kharismatis seorang neofacist,” ujarnya.
“Liberalisme AS cenderung percaya, kekayaannya bisa pulih dan terus melanjutkan sikapnya yang internasionalis. Padahal, program mereka terjegal pemerintahan konservatif beberapa kali,” dia menambahkan.
Selamat datang Donald Trump, selamat bertugas. Dunia menunggumu. (asp)