Debat Pilkada DKI Belum Sentuh Substansi
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Tatib tidak tegas
Adapun, Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia, Said Salahuddin, menyebut penyelenggaraan debat kedua mengalami peningkatan. Kendati demikian, masih ada beberapa hal lain yang perlu diperbaiki.
Menurut dia, penambahan durasi debat, moderator yang sedikit lebih luwes, serta kemeriahan acara yang ditunjukkan oleh para pendukung paslon menjadi sedikit contoh dari adanya peningkatan dari sisi teknis penyelenggaraan.
Akan tetapi, Said melanjutkan, dari sisi pengaturan debat KPU DKI Jakarta dirasa masih kurang mampu merumuskan aturan main debat yang lebih memadai.
Hal ini terlihat dari tata tertib (tatib) debat yang hanya memuat empat poin aturan yang tidak cukup tegas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan muncul dari para paslon.
Â
"Di segmen keempat, paslon nomor tiga, Anies-Sandiaga diberikan kesempatan untuk bertanya kepada paslon nomor satu, Agus-Sylviana. Alih-alih menanyakan visi misi dan program dari paslon satu, Sandiaga justru meminta pendapat Sylviana mengenai reformasi birokrasi dan kepemimpinan yang dijalankan paslon nomor dua, Ahok-Djarot," kata Said, melalui keterangan persnya.
Â
Ia mengungkapkan, dari fragmen yang tidak terduga itu, Sandiaga bisa saja disebut cerdik. Pertanyaannya, apakah taktik bertanya ala Sandiaga ini menyalahi aturan debat? Di sini masalahnya.
"Dalam poin keempat tatib hanya menyebutkan pertanyaan antarkandidat mempertanyakan program, visi, dan misi kandidat lainnya. Karena ada tiga kandidat, maka tafsir atas aturan itu menjadi debatable," kritik Said.
Contoh lainnya juga terjadi, masih di segmen keempat, adalah ketika Sylviana sempat memposisikan jempol tangannya ke arah bawah (thumbs down) dalam merespons pernyataan Ahok.
Dari momen yang terekam oleh kamera itu bisa saja dimaknai bahwa Sylviana telah bersikap kurang sopan, tetapi bisa juga dianggap sebagai hal yang biasa saja. Sebab, thumbs down bisa juga dimaknai sebagai suatu respons ketidaksetujuan.
Lagi-lagi, apakah sikap Sylviana melanggar aturan debat? "Ini yang tidak clear. Karena, dalam tatib debat tidak diatur secara jelas mengenai batasan sikap atau perilaku yang dilarang untuk dipertontonkan oleh para paslon selama acara debat," ujarnya.