Ponsel yang Bangkit dari 'Kubur'

CEO Microsoft Steve Ballmer dan eksekutif Nokia Stephen Elop
Sumber :
  • REUTERS/Brendan McDermid/Files

“Dengan empat ponsel ini, saya yakin Nokia bisa meraih satu persen pangsa pasar di kuartal akhir 2017, 10 bulan dari sekarang. Natal tahun depan, HMD akan bisa membawa Nokia masuk ke 10 besar pangsa pasar global dengan 2 persen pangsa pasar,” tuturnya. 

img_title Masih Ingat Bounce? Game Bola Merah Legendaris yang Pernah Menjadi Hiburan Wajib Pengguna Nokia

“Pasarnya masih luas, ada sepertiga dari seluruh pasar di dunia, termasuk 10 negara yakni India, Indonesia, Nigeria, Mesir, Brasil, Rusia, Pakistan, Bangladesh, Afrika Selatan, dan Vietnam,” kata Ahonen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Analis dari Strategy Analytics, Neil Mawston, menyebut jika Nokia memiliki reputasi yang bagus di negara dengan pasar sedang berkembang atau emerging market karena ponselnya yang berharga terjangkau dan fitur yang ramah.

img_title Tidak Seorang pun Boleh Tertinggal

“Satu dari lima ponsel di dunia adalah ponsel fitur. Total pengiriman ponsel, termasuk smartphone, di 2016 mencapai 1,88 miliar unit. Samsung memiliki 13 persen pangsa pasar ponsel fitur, dan Nokia masih menduduki posisi 2 dengan sembilan persen. Artinya, masih banyak orang yang menggunakan ponsel Nokia model jadul,” ujar Mawston.

Selanjutnya, 70 Persen Pakai Dumbphone

img_title Inisiatif Baru Indosat dan Nokia Jadi Sorotan

70 Persen Pakai Dumbphone

Prediksi Ahonen, yang memasukkan Indonesia dalam pasar potensial untuk Nokia ada benarnya. Negara ini memang masih tergolong sebagai emerging market. Bahkan menurut data Mastel, pengguna smartphone di Indonesia baru mencapai 63,4 juta, atau sekitar 24,7 persen dari total populasi yang mencapai 250 juta jiwa.

Ini artinya, masih ada 180-an juta penduduk, atau sekitar 75,3 persen, yang belum masih menggunakan ponsel fitur atau dumbphone.

Kebanyakan mereka adalah masyarakat yang berada di wilayah pedalaman, yang belum mendapatkan akses internet. Atau orang-orang tua yang hanya bisa memencet satu tombol, menelepon, dan tidak membutuhkan browsing atau bermain aplikasi yang njelimet. Ada juga pekerja lapangan atau pehobi olah raga ekstrem, yang membutuhkan ponsel kuat dan berdaya tahan lama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yang jelas, salah satu distributor resmi Nokia di Indonesia, Erajaya mengaku masih setia mendistribusikan ponsel buatan Finlandia itu.

“Nokia yang sekarang beredar, distribusinya masih di Erajaya. Kami masih mengedarkan. Untuk yang baru, kami belum ada pembicaraan resmi. Pasti akan kami info jika ada,” ujar Ika Paramita, Vice President Marketing and Communication Erajaya Group, kepada VIVA.co.id.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut