Ketika Pertamina Dipimpin Mantan Bos Perkebunan

Elia Massa Manik
Sumber :
  • VIVA.co.id/Fikri Halim

"Sebetulnya, beliau ini memimpin Holding PTPN III, perusahaan dia itu punya kerugian Rp800 miliar, lalu ditinggalkan ngutang Rp33 triliun. Bagaimana bisa, ini kok orang yang track record bermasalah seperti ini bisa menjadi pemimpin perusahaan tebesar BUMN di Indonesia," tambahnya. 

img_title Prabowo Teken UU 16/2025, Kementerian BUMN Resmi Berubah Jadi BP BUMN

Selain itu, menurutnya, modal pengalaman Elia yang pernah menjabat sebagai Bos Elnusa tidak cukup banyak untuk bisa membenahi permasalahan yang ada di Pertamina saat ini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kelas El Nusa itu mungkin, sama seperti cicit perusahaan PT Pertamina. Jadi, saya kira yang ambil keputusan tersebut, yang punya masalah. Kecuali, dia ada kepentingan dibanding harus mencari sosok tepat untuk memimpin Pertamina," tegasnya. 

img_title Kementerian BUMN Dibubarkan Diganti BPBUMN, Begini Proses Transisinya

Misi terselubung

Dalam konferensi pers yang digelar Pertamina usai pelaksanaan RUPS, Kamis16 Maret 2017 di kantor Pertamina. Elia mengaku masih memiliki pengetahuan yang minim di bidang energi industri migas. 

img_title Dasco: Kementerian BUMN Akan Jadi Badan Penyelenggara BUMN

Namun, amanat ini merupakan tantangan yang harus dipenuhinya sebagai seorang profesional. Sebab, bidang ini dinilai merupakan salah satu kunci perkembangan ekonomi Indonesia. 

"Karena energi ini, menurut saya sangat krusial dan menantang. Kalau bicara secara makro, energi ini adalah sesuatu yang paling utama. Kalau energi ini enggak beres, pengembangan industri kita tertahan," kata dia.

Dia pun menyampaikan, langkah pertama yang akan dilakukan di masa kepemimpinannya adalah meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

"Bagaimana kita menata yang namanya SDM kita, tak hanya sistem, struktur, tetapi juga bagaimana menumbuhkan yang namanya kondisi SDM yang lebih holistik, sehingga kita bisa lebih bersaing ke depan dengan kemampuan manajerial yang jauh lebih baik," tutur Elia.

Karena, menurut dia, di dalam dunia yang bergerak lebih cepat, dibutuhkan SDM yang tahan banting dan berkualitas. Jika hal tersebut bisa terwujud, pencapaian kinerja dapat sesuai dengan yang ditargetkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Intinya. Pertamina yang harus bisa menghadapi volatile environment yang mungkin akan lebih dahsyat ke depan. Jawabannya itu hanya satu, yaitu manusianya yang andal," kata Elia. 

Untuk membenahi SDM, dia mengatakan, segala konsekuensi akan diterimanya dengan lapang dada jika permasalahan tersebut tidak bisa diselesaikan di masa kepemimpinannya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut