Equinox, Mitos Telur dan Hari Tanpa Bayangan
Menurut Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT, Tri Handoko Seto, saat equinox terjadi, sudut matahari terhadap Bumi, khususnya di ekuator, akan lebih tegak sehingga berpotensi meningkatkan suhu udara. Namun suhu udara juga dipengaruhi banyak hal, tak hanya posisi matahari tapi juga awan dan emisi karbon, serta ketinggian permukaan laut.
“Kemungkinan suhu paling tinggi berada di kisaran 33 sampai 36 derajat, untuk dataran rendah. Untuk dataran tinggi, masih tetap dingin. Rasanya terlalu ekstrim jika bicara suhu 40 derajat di Indonesia. Hampir tidak pernah ada data historis suhu 40 derajat akibat equinox," kata Seto.
Dijelaskan kepala BMKG, Andy Eka Sakya, equinox bukan merupakan fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah, yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama. Oleh karena itu, Andy mengimbau agar masyarakat tak perlu khawatir akan dampak Equinox, apalagi sampai menyebarkan berita hoax.
"Secara umum kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab atau basah. Beberapa wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa transisi atau pancaroba. Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan," katanya.
Sama halnya dengan yang dikatakan Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan (Lapan), Thomas Djamaluddin. Kepada Viva.co.id, dia menyebut jika media membesar-besarkan soal equinox dan cuaca panasnya.
“Equinox itu, wilayah di belahan utara dan selatan, akan menerima cahaya yang sama. Pengaruh panasnya biasa saja. Normal aja karena matahari, terutama di ekuator , tepat di atas kepala. Itu kan hal yang biasa, tidak signifikan mengubah suhu. Jadi isu panas di media sosial itu bohong, hanya hoax,” ujar Thomas.
Telur dan Bayangan
Ada beberapa tradisi menarik yang biasa dilakukan saat fenomena equinox terjadi. Ini berhubungan dengan bayangan dan telur. Keduanya merupakan tradisi yang berbeda karena yang satu mitos, dan lainnya adalah ilmu pengetahuan.
Mitos yang berkembang. Saat equinox terjadi, beberapa masyarakat percaya jika telur mentah bisa berdiri tegak. Selama ini kenyataannya, telur mentah memang sulit untuk ditegakkan di atas permukaan datar. Kondisi dalam telur yang cair membuatnya sulit untuk berdiri tegak dan kerap terjatuh saat dicoba.