Teror London, Apa yang Hendak Disasar?

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, saat berbicara di depan anggota Parlemen.
Sumber :
  • Reuters

"Saya melihat sekitar delapan hingga sepuluh orang bergeletakan di jalan. Mobil tersebut melaju di trotoar dan menabrak orang-orang," dia menambahkan.

img_title Akui Lakukan Pelecehan, Menteri Pertahanan Inggris Mundur

Kepolisian Inggris langsung menyebut insiden itu sebagai sebuah aksi teror. Ratusan petugas bersenjata lengkap dikerahkan ke sekitar gedung parlemen, jembatan Westminster, sungai Thames, serta The London Eye, sebuah lokasi wisata favorit turis. Sepanjang jembatan Westminster dan sekitar gedung parlemen disterilkan untuk kepentingan evakuasi, penyelamatan korban, dan penyelidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak menunggu lama, Kepolisian Inggris langsung melakukan penggeledahan pada sebuah rumah toko di Hagley Road, Birmingham, sekitar pukul 23.00 waktu setempat, di mana banyak ruko bertebaran di sepanjang jalan tersebut. Di salah satu ruko, polisi menyerbu lantai dua dan menangkap tiga orang yang diduga terlibat dengan aksi teror di Westminster.

img_title Menyentuh, Ibu 98 Tahun Masih Rawat Anaknya yang Lansia

Seorang saksi mata mengaku rumah yang digerebek polisi itu ditinggali oleh pria asal London. "Saya melihat polisi datang dan menangkap tiga orang laki-laki," ujarnya seperti dikutip dari Telegraph, Kamis 23 Maret 2017.

Selang beberapa jam, polisi kembali mengumumkan penangkapan atas lima orang lainnya. Mereka ditangkap di beberapa tempat yang berbeda. Polisi meyakini delapan orang ini memiliki kaitan dengan pelaku teror.

img_title Predator Seks Paling Manipulatif dengan 137 Kasus Ditahan

Selanjutnya, Pelaku Warga Inggris

Pelaku adalah Warga Inggris

Dalam waktu tak berapa lama setelah delapan pelaku ditangkap, Perdana Menteri Inggris Theresa May menyampaikan pengumuman. Ia mengatakan pelaku adalah warga negara Inggris. Menurut May, pelaku telah diinvestigasi oleh agen intelijen Inggris M15 selama beberapa waktu dengan dugaan melakukan kegiatan kekerasan dan ekstremisme.

Di hadapan para anggota parlemen, May berkata,  pelaku sudah dikenali oleh polisi dan pihak keamanan. Pelaku juga disebut melakukan aksinya karena terinspirasi oleh aksi jaringan teroris Islam radikal.

May juga menegaskan, pelaku, meski sudah terus diawasi oleh Kepolisian Inggris, bukanlah aktor utama. Ia hanya orang yang menjadi perantara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dia bukan bagian dari orang yang sedang diincar oleh polisi saat ini," tutur May, seperti dikutip dari BBC, Kamis 23 Maret 2017.

Namun, Kepolisian Inggris belum bisa menemukan keterkaitan pelaku dengan jaringan terorisme Islam. Namun, hingga saat ini, nama pelaku dan siapa dia sesungguhnya masih terus dirahasiakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut