Kapal Induk China Hebohkan Dunia
- REUTERS/Stringer
Sedangkan Shandong dan Admiral Kuznetsov asal Rusia hanya mampu menampung 50 jet tempur. Wartawan BBC di China, Stephen McDonell, bahkan menyebut kapal induk ini secara teknologi masih berada di bawah 10 kapal induk milik AL AS.
Namun, kata McDonell, kapal induk baru itu disebut-sebut jauh lebih baik dibandingkan Liaoning, yang dibuat lebih dari 25 tahun lalu, yang tak lain kapal bekas Soviet yang dibeli China dari Ukraina.
Sementara itu, Mayor Jenderal Chen Zhou mengungkapkan bobot Shandong mencapai 65 ribu ton, lebih besar dari Liaoning yang hanya 60 ribu ton.
Selanjutnya...Anggaran Membengkak
Anggaran Membengkak
Menurut IHS Jane, lembaga riset dan konsultan pertahanan yang berbasis di Inggris, negeri Tirai Bambu bakal melipatgandakan anggaran militernya menjadi US$233 miliar (Rp3.134 triliun) pada 2020.
![]()
USS Carl Vinson.
Anggaran tersebut melonjak 60 persen dari tahun ini yang mencapai US$146 miliar (Rp1.964 triliun), atau hampir dua kali lipat dari anggaran 2010 yang sebesar US$123 miliar (Rp1.654 triliun).
Namun, jika ditelisik lebih jauh, belanja militer China mengalami peningkatan secara tahunan (year on year/yoy) yang rata-rata sebesar 9,5 persen antara 2005-2014.
Artinya, jika mengambil contoh anggaran tahun ini yang sebesar US$146 miliar dan peningkatannya 9,5 persen selama empat tahun berturut-turut, maka akan sampai pada jumlah lebih besar dari US$233 miliar.
Adapun, menurut Ralp Cossa, Presiden Forum Pacific CSIS dari Honolulu, Hawaii, mengatakan bahwa ia ragu China akan mengambil tindakan. "China tidak akan mau berperang ritual sahabat yang tidak tahu apa-apa," katanya.
Ini mengingat Korea Utara "telah menghina dan merongrong kepentingan nasional China dalam beberapa tahun penuh". "Asalkan serangan Amerika terhadap Korea Utara sesuai kepentingan China, Beijing bisa menerima tindakan Amerika itu," papar dia.
Ke depan, tidak menutup kemungkinan bahwa kapal induk ketiga buatan China akan melakukan terobosan dramatis, seperti penggunaan tenaga nuklir dan kemampuan menggunakan peluncur elektromagnetik.
“Kedua kapal induk ini akan bertenaga konvensional dan lepas landas menggunakan sky-jump, sedangkan kapal induk kemungkinan lepas landasnya dengan sistem ketapel. Lalu, akan mendapat keuntungan lebih dengan terobosan besar dan bahkan mungkin bertenaga nuklir”, kata pakar militer Xu Guangyu memberikan perkiraan, seperti dikutip dari BTV. (ren)