Memaknai Hakikat Idul Fitri
- VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
Selanjutnya, Setop Kegaduhan
Setop Kegaduhan
Momentum Idul Fitri diharapkan memiliki pesan mendalam terutama untuk masyarakat Indonesia. Tensi politik sempat panas pasca pelaksanaan Pilkada DKI.
Isu SARA sempat menjadi polemik yang berujung ada istilah persekusi terhadap sejumlah orang tertentu. Dengan Ramadan, mestinya persoalan ini bisa menjadi evaluasi agar tak kembali terjadi. Momentum Ramadan harus menjadi keutuhan dalam kehidupan bermasyarakat.
Persatuan hampir dikorbankan hanya hasil pilkada. Hal ini diharapkan menjadi evaluasi ke depannya agar bisa menyetop kegaduhan.
"Kita dengan Ramadan harus bisa melatih diri, memaafkan. Kita utuh lagi sesudah Ramadan sebagai bangsa," tutur Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin, Sabtu, 24 Juni 2017.
Sebagai bangsa, menurut dia, masyarakat Indonesia hanya sekilas memaknai Idul Fitri. Merayakannya usai Ramadan, namun ke depannya kembali ke tabiat lama, sehingga tak sesuai dengan hakikat Idul Fitri yaitu kembali ke kesucian.
Ramadan merupakan tahapan latihan agar bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi ke depannya. "Sebaiknya kesucian Ramadan dipertahankan dan ditingkatkan di luar Ramadan," ujar Maruf.
![]()
(Masyarakat merayakan malam takbiran Idul Fitri 1438 H)
Pesan lain yang disampaikan Idul Fitri tahun ini sebagai upaya untuk peduli terhadap sesama. Training ujian selama Ramadan harus diaplikasikan ke depan. Konsolidasi kepedulian juga harus dilihat dari maraknya penyakit sosial yang terjadi di masyarakat.
Ujian berat sesungguhnya ke depan adalah bisa mengamalkan kebaikan pasca Idul Fitri yang dimulai pada 1 Syawal. Bukan sekadar memaafkan dan berjabat tangan, namun hati ternyata masih dendam. Tapi, harus menyesuaikan dengan amalan realita dalam kehidupan dengan berbuat kebajikan.
Perayaan Idul Fitri harus menjadi tahapan merajut persaudaraan yang lebih erat untuk memperkuat silaturahmi antar umat. Ini pesan terbaik yang menjadi harapan dalam Idul Fitri.
"Harus menjadi kekuatan untuk mengamalkan hasil training dalam kehidupan non Ramadan yang lebih berat. Ini yang harus diaplikasikan dalam Idul Fitri tahun ini," tutur Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mujahid, Sabtu, 24 Juni 2017.
Selain itu, ada makna lain dalam momentum lebaran. Dorongan pesan agar umat Islam menjaga kemaslahatan bagi sesama harus menjadi prioritas. Pengalaman yang sudah terjadi diharapkan menjadi pengalaman terbaik agar kehidupan berbangsa bisa lebih berkah.