Mudik 2017 Minim Celaka, Benarkah?
- ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Namun, sepertinya pemerintah lebih mengunggulkan data arus mudik tanpa arus balik yang dianggap berhasil. Sehingga, wajar kemudian buru-buru mengklaim keberhasilan.
"Angka kecelakaan turun banyak sekali. Sekarang ini tidak sampai 60 persen dari jumlah kecelakaan pada masa angkutan Lebaran tahun lalu," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Senin, 3 Juli 2017, dikutip dalam laman resmi Kementerian Perhubungan, dephub.go.id.
Selanjutnya, zero accident>>>
Zero Accident
Apapun itu, Presiden Joko Widodo secara prinsip menegaskan bahwa harus ada pengurangan jumlah kecelakaan setiap momen libur lebaran.
Penegasan ini disampaikan Jokowi sejak 2016 dan telah diminta kepada setiap instansi terkait untuk mencapainya. Visi bahwa momen Lebaran harus zero accident, atau nihil kecelakaan.
"Targetnya zero accident," ujar Direktur Angkutan dan Multi Moda Ditjen Perhubungan Darat, Cucu Mulyana, pada persiapan arus mudik Lebaran 2016 lalu.
Target tinggi ini memang sengaja dipatok, mengingat mudik Lebaran sudah menjadi momen khas orang Indonesia menyambut Idul Fitri. Bagaimana tidak, jutaan orang berpindah secara serentak untuk menikmati momen Lebaran bersama keluarganya.
Atas itu juga, sejak 2016, sedianya sudah menjadi dasar awal perbaikan pencapaian hasil arus mudik untuk 2017.
Melihat dari kesiapan 2017, dalam Operasi Ramadniya selama 16 hari, 19 Juni-4 Juli 2017, Polri menyiapkan 4.209 pos pelayanan se-Indonesia.
Lalu, sebanyak 167.146 personel yang terdiri dari anggota Mabes Polri 2.956 personel, Polda 97.444 personel, TNI 13.131 personel, Dinas Perhubungan 9.765 personel, Pol PP 11.720 personel, Dinas Kesehatan 9.128 personel, Pramuka 6.913 personel, dan lain-lain sejumlah 16.076 personel, juga telah disiagakan.
![]()
FOTO: Kondisi arus mudik lebaran 2017 di gerbang tol Cipali
Jelas, ini kesiapan yang terbilang matang. Maklum, target pengurangan angka kecelakaan menjadi prioritas. Belum dengan kesiapan infrastruktur seperti 337 kilometer ruas tol darurat di pulau Jawa dan 65 kilometer di Sumatera, sudah barang tentu ini bentuk keseriusan pemerintah.
Harus diakui, ini memang layak diapresiasi. Tinggal bagaimana memaksimalkan antara kesiapan infrastrukturnya dan menguatkan edukasi ke pemudik.
Sebab, bagaimana pun juga, meski kesiapan personel pengamanan dan infrastruktur mudik telah memadai, faktanya kecelakaan ditengarai oleh kesalahan manusianya.