Mengenal Diet Ketogenic

Ilustrasi diet.
Sumber :
  • Pixabay

Walaupun demikian, Rina mengaku kadang tergoda untuk menyerah. Namun, anak-anaknya selalu mengingatkan Rina untuk kembali hidup sehat.
 
Apa Itu Diet Ketofastosis?

img_title Bukan Sekadar Penyadapan, Kepala BIN Ungkap Dugaan Ancaman Serius di Balik Kasus yang Seret Jenderal Polri

Semenjak sejumlah seleb sukses menjalani diet ini, banyak publik menirunya. Diet ini bahkan sempat menjadi satu dari 10 cara diet yang paling banyak dicari di Google pada tahun 2016 lalu. Singkatnya, seperti diungkapkan oleh James dan Rina Gunawan, diet katogenik ialah diet dengan tinggi lemak, jumlah protein sedang, hingga rendah karbohidrat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir laman Health.com, dalam diet katogenik, kurang lebih 75 persen hingga 90 persen kalori harian berasal dari lemak, enam persen hingga 20 persen datang dari protein, dan dua persen hingga lima persen berasal dari karbohidrat.

img_title Mencuat Tudingan Bahlil Terlibat Penyadapan Presiden, Golkar Membantah hingga Singgung Insiden Fitnah Penganiayaan

Diet ini pada awalnya dirancang sebagai cara diet untuk mengendalikan serangan epilepsi, sebelum ada obat untuk mengobati kejang. Dalam beberapa dekade terakhir, diet ini justru muncul kembali ketika pasien dan orangtua mencari alternatif untuk obat-obatan.

Tapi diet ketogenik juga telah diadopsi sebagai rencana penurunan berat badan. Tujuannya untuk mencapai ketosis, keadaan di mana tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar utama, dan bukan karbohidrat.

img_title Harga Beda Tipis, Mending Jaecoo J5 atau MG S5 EV?

Setelah tiga sampai empat hari diet ketogenik, mampu menyimpan cadangan dari karbohidrat, yang disebut glikogen, dan memicu beberapa penurunan berat badan dan penampilan fisik yang lebih ramping.

Tapi dalam hal menurunkan berat badan, keuntungan utama dari diet ketogenik, tidak akan membuat mudah lapar, karena memiliki asupan banyak lemak mengenyangkan, dan keadaan ketosis telah terbukti mengurangi nafsu makan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya itu, sebuah artikel Sports Illustrated juga menjelaskan, diet yang sukses dijalani pebasket dunia LeBorn James ini dinilai oleh sejumlah ilmu pengetahuan sangat sederhana. Hanya melatih tubuh untuk mengandalkan lemak sebagai bahan bakar. Tujuannya, membatasi asupan karbohidrat harian seseorang dengan menciptakan keadaan metabolik yang disebut ketosis, di mana tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi bukan glukosa (alias karbohidrat) dalam darah dan hati. Bila karbohidrat cukup dibatasi, tubuh akan menghasilkan keton, yang bisa dijadikan energi.

"Banyak atlet menemukan makanan ketogenik berhasil meningkatkan kinerja atletik mereka dan diet ini sedang dipelajari oleh lebih banyak ilmuwan untuk mendapatkan manfaat kesehatan mereka, sebagai pengobatan untuk kanker, demensia, ALS, sindrom metabolik, diabetes obesitas dan multiple sclerosis," kata profesor kedokteran di University of Iowa, Dr Terry Wahls seperti dilansir mindbodygreen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut